Sejarah Kurma, Buah Berusia 8.000 Tahun

631
Kurma, salah satu buah tertua di dunia. (Foto: Fikar/OMG)

Muslim Obsession – Dari ratusan jenis kurma yang ditemukan di seluruh dunia, kurma Ajwa adalah yang paling populer. Kurma Ajwa adalah varietas kurma kering yang lembut seperti Medjool, Barni, atau Mabroom.

Mereka dibudidayakan di Madinah dan dijual di seluruh dunia. Karena penyerbukan tergantung pada serangga dan angin, penyerbukan tangan oleh manusia sering diperlukan untuk menghasilkan sejumlah besar buah kurma.

Meskipun kurma Ajwa adalah salah satu jenis kurma yang paling mahal, kurma ini memberikan manfaat kesehatan yang tak ternilai dan rasa yang luar biasa yang sebanding dengan biayanya.

Baca juga:

Cegah Corona, Kurma Cocok Tingkatkan Antibodi untuk Ketahanan Tubuh

Sunnah Dimakan, Kurma Ajwa Punya Manfaat Melimpah

Disukai Nabi, Berikut Ini 10 Jenis Kurma Paling Populer di Dunia

Baginda Nabi Muhammad, di akhir tahun 500-an dan awal 600-an, mendorong umat Islam untuk berbuka puasa Ramadhan dengan makan kurma.

Dikatakan bahwa ia bahkan menanam kurma Ajwa pertama yang dekat dengan masjid Quba di Madinah. Nabi Muhammad memberi tahu para umatnya bahwa jika mereka makan 7 kurma di pagi hari, mereka tidak akan menghadapi bahaya dari racun atau sihir sepanjang hari.

Dari semua buah, kurma menawarkan banyak sekali manfaat kesehatan dengan rasa yang luar biasa.

Pohon paling tua di dunia

Kurma Arab Saudi adalah salah satu pohon paling tua di dunia. Mereka dapat tumbuh hingga 12 inci setiap tahun hingga ketinggian mencapai 100 kaki.

Dalam penggalian situs di sekitar Mesir, sisa-sisa kurma bahkan telah ditemukan, sehingga menawarkan bukti bahwa kurma dikonsumsi hampir 8.000 tahun yang lalu.

Konon, bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Juga ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6.000 SM.

Pohon kurma juga telah ditemukan pada era yang sama dari negara lain seperti Yunani dan Asyur. Seiring popularitasnya yang tumbuh sepanjang sejarah, kurma ditransplantasikan ke berbagai daerah di dunia, seringkali oleh para pemimpin dunia yang terkenal.

Alexander Agung misalnya, ia membawa pohon kurma ke Pakistan dan mungkin ke berbagai tempat lain di Timur Tengah saat ia menyebarkan budaya Helenistik selama penaklukannya.

Para prajurit menabur begitu saja bibit kurma saat mereka makan di kamp-kamp mereka, dan akhirnya pohon kurma pun tumbuh ke mana pun mereka pergi.

Marco Polo dikatakan telah membawa biji kurma ke Italia dari India pada tahun 1200-an. Sementara budidaya mereka di sana tidak menjadi populer pada waktu itu, namun kurma akhirnya menjadi makanan lezat di seluruh Eropa.

Kurma kemudian diperkenalkan ke Meksiko oleh penjelajah Spanyol, pemukim, dan penjajah. Ketika tentara Spanyol berbaris ke utara melewati daerah yang sekarang bernama California pada tahun 1700-an, mereka menanam pohon kurma di sepanjang jalan. Kemudian, pada 1850-an penanaman kurma menjadi populer di Amerika Serikat bagian barat.

Buah kurma menyediakan banyak nutrisi yang digunakan para pelancong di padang pasir untuk menopang diri mereka sendiri dan memberi makan unta mereka ketika tidak banyak lagi yang tersedia. Serpihan kayu kurma juga telah diklaim sebagai pembakaran yang baik dan lezat untuk membuat kopi. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here