Penting Dibaca! Belajar dari Kisah Nabi Zakaria, Ini Doa Agar Segera Dapat Keturunan  

Penting Dibaca! Belajar dari Kisah Nabi Zakaria, Ini Doa Agar Segera Dapat Keturunan  
Muslim Obsession – Kehadiran anak adalah dambaan ideal setiap orangtua. Adanya anak menjadikan rumah tangga lebih dinamis dan harmonis. Namun, tak setiap orangtua dikaruniai anak atau setidaknya belum dikaruniai anak. Ada orangtua yang baru dikaruniai anak setelah bertahun-tahun membina rumah tangga, bahkan ada yang sama sekali belum mendapatkannya. Nah, bagaimana agar kita segera dikaruniai keturunan? Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan tips doa, terinspirasi dari perjalanan Nabiyullah Zakaria ‘alaihissalam. Nabi Zakaria pernah diuji cukup lama oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yakni dengan tidak memiliki keturunan sampai beliau dan istrinya menua.
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat: 7 Amalan Setelah Shalat Ini Pahalanya Luar BiasaUstadz Adi Hidayat: Hati-Hati Jika di Rumah Anda Banyak Cicak!Meminta Air Doa kepada Kiai, Bolehkah? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Bahkan istrinya divonis mandul atau tidak bisa memiliki keturunan, baik secara medis maupun tinjauan klinis ditambah usianya yang lanjut sehingga telah menopause. Dengan kondisi demikian, setiap orang akan berpikir bahwa tak mungkin istri Nabi Zakaria tersebut mendapatkan keturunan. Namun, Allah memiliki ketentuan yang berbeda dengan setiap perkiraan manusia pada umumnya. Nabi Zakaria dan istrinya kemudian mendapatkan keturunan, meski keduanya telah berusia lanjut. “Kisah Nabi Zakaria ini dibuka oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pelajaran bagi setiap insan beriman sampai di masa depan yang mengalami peristiwa serupa agar melakukan satu amalan yang dikerjakan oleh Nabi Zakaria ‘alaihissalam,” ujar UAH melalui tayangan video yang diunggah akun YouTube Adi Hidayat Official. UAH mengajak netizen membuka QS. Maryam ayat 2 untuk mengambil hikmah dari kisah Nabi Zakaria tersebut. “Kata Allah, di surah ini Aku akan ingatkan bahwa dzikir itu adalah segala hal yang bisa mengingatkan dan mendekatkan kita kepada Allah, seakan Allah memberi pesan dengan informasi yang disampaikan ini harus membuat kalian lebih dekat lagi dengan-Ku, harus membuat kalian lebih yakin, lebih sadar bahwa segala hal tidak mungkin terjadi tanpa kuasa-Ku,” jelas UAH. Lalu apa yang harus menjadikan seseorang ingat dan lebih dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala? Kaidah pertama, kata UAH, jangan pernah putus asa dari Rahmat Allah! Jangan pernah mengeluh dan berprasangka buruk kepada Allah. Kedua, tingkatkan sifat penghambaan. Ketiga, awali dengan doa yang khusyuk kepada Allah. “Bukan doa biasa. Berdoa dengan lembut, dengan penuh keyakinan. Seperti yang dilakukan Nabi Zakariya yang diabadikan di dalam Al-Quran,” urainya. Doa Nabi Zakariya itu terdapat dalam QS. Maryam ayat 4-6 berikut ini:

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا. وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا. يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

“Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub;dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”. Baca juga:  Adi Hidayat: Amalan yang Jika Dikerjakan Bisa Mempercepat Menuju Surga UAH menegaskan, dalam doa tersebut Nabi Zakaria memilih redaksi yang indah dengan penyampaian yang sangat lembut dan menyentuh. Selain itu, jelasnya, Allah ingin mengajarkan kepada manusia bahwa jika menghadapi situasi yang secara logika tidak mungkin terjadi, maka tinggalkan seluruh pendapat manusia dan kembali kepada Allah. “Pelajari kaidah ini. Ingat, ini berlaku dalam situasi apapun. Dalam pekerjaan, penyakit, rezeki, dalam konteks kehidupan yang kita lalui,” ungkapnya. Lalu, bagaimana caranya agar beralih kepada Allah, meminta seperti Nabi Zakaria? Amalannya bagaimana? Kapan saat yang tepat untuk berdoa? Dan seperti apa keadaan saat meminta? Buka QS. Ali Imran ayat 38-39.

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ .فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

“Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh". Baca juga: Kiai NU Ini Disebut Ustadz Adi Hidayat Sebagai Manusia Quran Dari ayat di atas, terdapat amalan yang harus dilakukan kemudian. Buatlah mihrab di rumah. Yakni tempat khusus dan terbatas yang membuat seseorang fokus untuk ibadah. Baca Al-Quran, Shalat Tahajud, dzikir, dan berdoa lakukan di mihrab tersebut. “Walaupun hanya sehamparan sajadah tak masalah. Di situ Anda bermohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, meminta. Apa yang terjadi? Boleh jadi, apa yang telah Allah anugerahkan kepada Nabi Zakaria di masa lalu akan diberikan kepada Anda sebagai pembuktian kekuasaan Allah yang melampaui batas-batas bayangan manusia,” tegasnya. Seluruh paparan tadi, sambung UAH, disajikan secara padat dalam QS. Al-Anbiya ayat 90 yang artinya: “Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” Baca juga: 4 Cara Pertajam Ingatan dari Ustadz Adi Hidayat Berdasarkan ayat di atas, kesimpulannya adalah jika ingin mendapat rahmat dari Allah, maka cepatlah merespon segala kebaikan. Siapkan agenda untuk melakukan kebaikan-kebaikan, seperti malam nanti akan Shalat Tahajud, membaca Al-Quran, akan berinfaq, bersedekah. “Lalu di sela-sela amalan tadi, sisipkan doa sesuai kebutuhan yang Anda harapkan. Jika terkait dengan keturunan, maka mintakan seperti yang Nabi Zakaria pernah memohonkannya. Jangan sekadar doa. Minta dengan penuh khusyuk dan penuh harap,” pungkas UAH. (Fath)

Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group