Ustadz Adi Hidayat: Hati-Hati Jika di Rumah Anda Banyak Cicak!

47327
Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat

Muslim Obsession – Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar tentang anjuran membunuh cicak, sebab bisa mendatangkan pahala dan kebaikan. Namun, sebelum membahas kepada persoalan anjuran membunuh cicak, alangkah baiknya kita mengetahui hikmah Allah di balik penciptaan cicak.

“Hikmah Allah, ketika Allah menciptakan sesuatu, terdiri dari tiga hal, yang pertama ada ujian kemaslahatan kebaikan, ujian yang menghadirkan madharat, dan Allah menciptakan sesuatu berdasarkan penunjukan karakter,” ungkap Ustadz Adi, melalui video ceramah yang viral di media sosial, dikutip Rabu (12/2/2020).

Pertama, ujian kemaslahatan kebaikan. Sesuatu yang diciptakan Allah, termasuk cicak diciptakan agar kita mengambil kebaikan darinya.

“Contoh lebah yang diambil madunya. Dalam hal ini lebah menjalankan tugasnya dari Allah untuk kehidupan. Begitulah hakikat lebah dalam diciptakan,” tuturnya.

Yang kedua, ujian yang menghadirkan madharat. Ada sebagian sesuatu yang diciptakan oleh Allah sebagai ujian yang menghadirkan madharat bagi kita, agar kita tahu bahwa ada keburukan yang harus dihindari.

“Contoh nyamuk, Allah menciptakan nyamuk hakikatnya ialah salah satunya untuk menunjukkan bahwa ada lingkungan yang kotor dan penyakit yang harus dihindari. Tasbihnya (pelayanan kehidupannya) nyamuk kepada Allah memang hikmahnya menunjukkan bahwa ada yang kotor pada dirinya (nyamuk), jadi memang harus kita eksekusi (tepok, plak). Nyamuk atau lalat datang itu menunjukkan sesuatu yang baik bagi diri kita namun dilihat dari perspektif yang kotor,” terang Ustadz Adi.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 26 bahwa sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan dengan nyamuk atau semacamnya baik kecil maupun besar sebagai nasehat dan pelajaran.

Pertanyaannya, jika membunuh cicak menurut kita adalah kejam, kenapa kita tidak pernah mengatakan kejam membunuh nyamuk?

“Jadi sebenarnya ini bukan persoalan bunuh atau tidak bunuh, namun di sini ada ujian bagi kita (Muslim) yang menampilkan madharat di situ yang harus kita hindari,” tandasnya.

Karena kata Ustadz Adi, jika Allah tidak tampakkan maka bahaya bagi kehidupan kita. Termasuk cicak, cicak masuk dalam ujian madharat di samping ujian keimanan. Populasi cicak ada berdasarkan konsep lingkungan yang memungkinkan hama itu ada (nyamuk, lalat dan lain-lain). Selain itu, menurut Ustadz Adi, jika di rumah kita ada cicak, kemungkinan ada jin juga yang tinggal di situ. Karena jin suka dengan tempat kotor.

“Lalu cicak juga membawa bakteri E Choli bukan? Kira-kira kita masih mau minum kopi atau teh yang udah dicelupin cicak tidak? Masih mau makan makanan yang telah kita lihat cicak habis hinggap di situ?” tanya Ustadz Adi.

Jadi hikmahnya, cicak ini juga hampir sama dengan nyamuk dan lalat, yaitu untuk menunjukan keburukan (lingkungan kotor, hama) kemudian disunahkan untuk membunuh cicak “jika bertemu”.

“Jika tidak bertemu ya tidak usah sampai dicari. Islam tidak mengajarkan hal demikian, jika itu dilakukan sama saja dengan memburu, dan perburuan yang berlebihan (karena disangka ikut perintah Nabi) akan mengakibatkan kelangkaan, jika kelangkaan terjadi ekosistem akan terganggu,” pungkas Ustadz Adi.

Simak selengkapnya di sini:

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here