Kisah Preman dan Pengikut Nabi Isa

212
KH. Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha. (Foto: NU)

Muslim Obsession – Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin mencatat sebuah kisah menarik. Kisah ini tentang Hawariyin yang merupakan orang-orang hebat, kekasih Allah, dan para pengikut Nabi Isa ‘alaihissalam.

KH. Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha menceritakan kembali kisah ini dalam sebuah tayangan yang diunggah akun YouTube Santri Gayeng.

Suatu ketika, saat Hawariyin dalam sebuah perjalanan, terlihat oleh seorang preman yang sangat tertarik untuk mengikuti orang-orang shalih tersebut. Preman itu pun langsung ikut bergabung.

Baca juga:

Tangisan Gus Baha di Hadapan KH. Masbuhin Faqih

Gus Baha: Masuk Surga itu Gampang!

Gus Baha: Ini Rasa Manisnya Iman yang Jarang Diungkap Orang

Namun di antara Hawariyin ternyata ada salah seorang yang merasa risih dengan kehadiran preman tersebut.

“Aku dikenal wali, kok dekat dengan preman?!” cerita Gus Baha menirukan.

Maka si wali itu mempercepat jalannya. Sedangkan si preman sejak awal memperlambat jalannya. Preman ini rupanya rendah diri dan merasa orang semacam dirinya tidak layak bersama orang shalih.

“Intinya, preman ini menjaga kesopanan sementara si wali memelihara keangkuhan,” lanjut Gus Baha.

Lalu apa yang terjadi? Saat itu juga Allah berfirman kepada Nabi Isa alaihissalam. “Isa, dua orang ini memulai amal dari nol! Wali ini Aku hapus amalnya, preman ini Aku hapus semua dosanya.”

Semuanya nol-nol. Menurut Gus Baha, satu pihak (preman) mendapat barakahnya adab (etika), sementara satunya lagi (si wali) mendapat konsekuensi dari ujub (sombong).

“Jadi kita tidak pernah tahu, Allah itu meletakkan ridha-Nya di mana dan meletakkan sukhtu (murka-Nya) di mana!” pungkas Gus Baha. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here