Gus Baha: Ini Rasa Manisnya Iman yang Jarang Diungkap Orang

934
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.

Jakarta, Muslim Obsession – KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha mengatakan, rasa manis keimanan yang sering disebut dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, namun hal ini jarang diulas oleh banyak orang.

“Rasa manisnya iman ini sering disebut dalam hadits. Tetapi hal ini jarang sekali diangkat oleh banyak orang. Padahal ulama dalam syarah-syarah hadits menjelaskan banyak masalah ini,” kata Gus Baha, dalam ceramahnya, seperti dikutip dari NU, Senin (25/11/2019).

Gus Baha kemudian mengutip pandangan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam karyanya Fathul Bari yang mensyarahkan kitab hadits Imam Bukhari.

Dalam kitab tersebut, disebutkan bahwa manisnya iman yang dirasakan orang yang beriman adalah kenyamanan akal pikiran atas apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Nanti akan saya bacakan ta’birnya (kutipan teksnya). Orang yang beriman mesti nyaman akal pikirannya. Bayangkan, Nabi Muhammad datang di tengah masyarakat Qurasy, lalu mengatakan bahwa maujudat, alam semesta, atau segala sesuatu yang ada ini diciptakan oleh zat yang gaib. Masyarakat jahiliyah heran, kok barang yang ada diciptakan oleh yang tidak ada? Tetapi bagi orang beriman, hal itu nyaman saja pada akal,” terang Gus Baha.

Rais Syuriyah PBNU itu mengilustrasikan rasa manisnya iman sebagai kenyamanan akal itu seperti kepercayaan seorang pasien terhadap dokter yang dipercaya olehnya. Ketika diberi resep obat, pasien yang benar-benar percaya akan merasa nyaman. Tetapi orang yang tidak percaya akan menyangkal resep tersebut.

“Manisnya iman itu puncaknya iltidzadzan aqliyan, kenyamanan akal karena iltidzadz aqliy dapat merasakan kesempurnaan dan kebaikan sebagaimana riilnya yang dapat mengantarkannya kepada kemaslahatan dan kebaikan dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here