Dokar dan Teladan Kiai Abdullah Salam

262

Muslim Obsession – Pada suatu hari, Mbah Abdullah Salam (Mbah Dulah) diminta ngisi pengajian habis Jumatan di Desa Margoyoso (sekitar 3 Km dari Kajen Pati).

Biasanya beliau menyewa dokar untuk mengantar ke tempat pengajian.

Selesai menyampaikan pengajian Mbah Dulah pamit, dan saat itu panitia memberi amplop kepada Mbah Dulah seraya mengatakan: “Mbah, ini ongkos untuk naik dokar.”

Baca juga: Amplop Kiai Abdullah Salam

Jarang-jarang Mbah Dulah menerima amplop dari ceramah pengajian. Namun saat itu panitia dengan bahasa kinayah (kiasan. red) memberikan bisyaroh kepada Mbah Dulah, dan beliau menerimanya.

Setelah naik dokar, Mbah Dolah memberikan amplop itu kepada pak kusir dokar, yang bernama Pak Gampang. Kontan saja pak Gampang heran seraya mengatakan:

“Kok amplopnya tebal mbah, terlalu banyak buat saya.”

Baca juga: “Melipat Bumi”, Karomah Mbah Mangli, Waliyullah dari Magelang

Mbah Dulah menjawab: “Betul itu buat sampeyan, tadi panitia bilang, “Ini untuk ongkos naik dokar, Mbah.”

Begitu wira’i dan menghindari syubhat, Mbah Dulah tidak kerso (tidak mau) menerima bisyaroh dari panitia, meskipun itu haknya, hanya karena panitia ketika menyerahkan menggunakan bahasa kinayah.

Jarang sekali sekarang kita mendapati sosok alim, hafizh dan wira’i seperti mbah Dulah.

 

Sumber: Ulama.Nusantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here