Cerdas dan Bersahaja, TGB Terkesan Sosok Gus Sholah

612
Gus Sholah (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Wafatnya KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kenangan pada sosok bersahaja ini begitu melekat bagi banyak orang.

Ulama muda Muhammad Zainul Majdi atau biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB), menyebut Gus Sholah sebagai kiai yang cerdas sekaligus rendah hati. Ia mengaku sangat kehilangan karena dari Gus Sholah dirinya bisa belajar banyak. (Baca: Kabar Duka, Gus Sholah Berpulang)

“Kita berduka. Semalam, seorang tokoh bangsa Kyai Haji Dr. Ir. H. Salahudin Wahid, Gus Sholah, wafat. Setelah menjalani kehidupan yang penuh berkah. Beliau adalah seorang negarawan, intelektual dan pejuang kemanusiaan. Kita sungguh kehilangan,” tutur TGB dalam postingannya di Instagram, Senin (3/2/2020).

View this post on Instagram

° ° إنا لله و إنا إليه راجعون اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الذنوب والخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس ° Kita berduka. Semalam, seorang tokoh bangsa Kyai Haji Dr. Ir. H. Salahudin Wahid, Gus Sholah, wafat. Setelah menjalani kehidupan yang penuh berkah. Beliau adalah seorang negarawan, intelektual dan pejuang kemanusiaan. Kita sungguh kehilangan. ° Saat bersilaturahim secara khusus kepada Beliau di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, beberapa waktu lalu, saya mendapati seorang yang bersahaja. Kecerdasan Beliau dihiasi kerendahan hati. ° Telinganya lebar. Penanda kecerdasan dan kemauan mendengar. Selalu tersenyum dan tenang menyimak lawan bicaranya. Bahkan kalaupun lawan bicaranya seorang yang lebih muda, lebih sedikit ilmu dan pengalaman seperti saya. Karakter pemimpin yang baik. ° رحمه الله رحمة الأبرار رزقه الله حسن الخاتمة و الحسنى و زيادة أمين يا رب العالمين

A post shared by Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi (@tuangurubajang) on

TGB pun sedikit bercerita saat bersilaturahim secara khusus kepada almarhum di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, beberapa waktu lalu. Ia mengaku terkesan dengan almarhum yang didapatinya sebagai sosok yang bersahaja.

“Kecerdasan Beliau dihiasi kerendahan hati. Telinganya lebar. Penanda kecerdasan dan kemauan mendengar,” ulasnya. (Baca: Profil Gus Solah: Kiai, Politisi, dan Aktivis HAM)

Kesan mendalam lainnya didapat TGB. Menurutnya, Gus Sholah selalu tersenyum dan tenang menyimak lawan bicaranya.

“Bahkan kalaupun lawan bicaranya seorang yang lebih muda, lebih sedikit ilmu dan pengalaman seperti saya. Karakter pemimpin yang baik,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here