Sarana Menggapai Cinta Allah

68

Oleh: Buya H. Masoed Abidin (Ulama dan penulis)

Sarana menggapai cinta Allah Ta’ala adalah dengan mengerjakan amal-amal sunnah setelah yang fardhu (wajib).

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالْنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبُّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُبِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِى بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي أَعْطَيْتُهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَّهُ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, ‘Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya. Tidak ada seorang pun yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku sukai daripada dengan menjalankan apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku masih selalu mendekatkan diri kepadaku dengan ibadah-ibadah nafilah sehingga Aku mencintainya.

Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, menjadi tangannya yang ia memukul dengannya, dan menjadi kaki yang ia berjalan dengannya. Jika ia memohon kepada-Ku, pasti Aku memberinya dan jika ia meminta perlindungan pasti Aku akan melindunginya’,” (HR. Bukhari).

BACA JUGA: 3 Obat Panjang Umur Terbaik di Dunia

Allah ﷻ berfirman:

أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ (٦٢) ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ (٦٣)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa,” (QS. Yunus: 62-63).

Kemudian hadits mengatakan,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ

“..Tidak ada seorang hamba pun yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku sukai daripada dengan menjalankan apa-apa yang telah aku fardhukan kepadanya..”

BACA JUGA: Ingatlah Tiga Hal dalam Kehidupan

Mari laksanakan Tahajjud, bersiap melangkah ke masjid jika seruan adzan telah memanggil, dan jangan lupa shalat Sunat Fajar. Shubuh berjamaah, tunggu sejenak sampai tiba masa syuruq dan awali hari-hari kita dengan Shalat Dhuha.

Insyaa Allah hidup ini akan terasa lapang dan menyenangkan. Aamiin yaa Rabbal Alamiin.

 

*****

INGATLAH!

Jangan habiskan usia dengan tidur, jangan kotori hari dengan dosa.

اللَّيْلُ طَوِيلٌ فَلاَ تُقَصِّرْهُ بِمَنَامِكَ، وَالنَّهَارُ نَقِيٌّ فَلاَ تُدَنِّسْهُ بِآثَامِكَ

“Waktu malam itu panjang, maka janganlah engkau memendekkannya dengan tidurmu. Waktu siang itu bersih, maka janganlah engkau menodainya dengan dosa-dosamu”.

BACA JUGA: Makna Tangisan Istri

INGAT PULA!

Obat Hati ada lima perkara:

Pertama, membaca Al-Quran dan maknanya. Kedua, mendirikan shalat malam. Ketiga, berkumpullah dengan orang-orang shalih, Keempat, perbanyaklah berpuasa sunat dan perbanyak sedekah, dan Kelima, panjangkanlah dzikir malam dengan lazimkan istighfar dan berdoa.

Orang cerdas adalah orang yang memiliki tiga sifat, yakni segera melakukan amal kebaikan, menunda-nunda angan-angannya, dan mempersiapkan diri untuk kematiannya.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here