Penjelasan Seputar Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

181
Berpuasa (Foto: Istimewa)

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun,” (HR. Muslim).

Dalil ini yang dibuat pijakan kuat madzhab Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud tentang kesunahan menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal.

BACA JUGA: Lebih Utama Mana, Baca Surah Pendek atau Penggalan Ayat Setelah Al-Fatihah?

Para pengikut kalangan Syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua Syawal).

Namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan di akhir bulan Syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan sebagaimana hadits di atas, yang terpenting masih di bulan Syawal.

BACA JUGA: Bukan Shalat dan Puasa, Lalu Amalan Apa yang Membuat Allah Senang?

Ulama berkata, “Alasan menyamainya puasa setahun penuh berdasarkan bahwa satu kebaikan menyamai sepuluh kebaikan, dengan demikian bulan Ramadhan menyamai sepuluh bulan lain, dan 6 hari di bulan Syawal menyamai dua bulan lainnya ( 6 x 10 = 60 = 2 bulan).

Lalu, bolehkah qadha puasa Ramadhan disatukan niatnya dengan puasa Syawal?

Diperbolehkan menggabung niat puasa 6 hari bulan Syawal dengan qadha Ramadhan menurut Imam Romli dan keduanya mendapatkan pahala.

Wallahu a’lam bish shawab.

Referensi

  1. Syarh Nawaawi ‘ala Muslim VIII/56.
  2. Fataawy al-Fqhiyyah al-Kubraa II/90

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here