Miftahul Jannah Didiskualifikasi, Kiai Ma’ruf Setuju Keputusan Wasit

783
Miftahul-Janah (Foto: Ngelmu.co)

Jakarta, Muslim Obsession –  Calon Wakil Presiden nomor urut 1, KH Ma’ruf Amin menilai keputusan wasit sudah tepat saat mendiskualifikasi judoka Indonesia Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018 karena menolak untuk melepas hijab.

Kiai Ma’ruf mengatakan bahwa setiap pertandingan memiliki peraturan, sehingga Miftah seharusnya tunduk pada aturan yang berlaku.

“Ya, kita aturannya, waktu mau masuk kan ada aturannya harus gini. Kalau memang tidak sesuai aturan, ya kalau begitu kan penegakan aturannya ya harus dipenuhi,” kata Kiai Ma’ruf di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Dia menerangkan, seharusnya permasalahan mengenai boleh tidaknya penggunaan hijab saat bertanding tidak usah terlalu dibesar-besarkan. Sebab, jika aturan pertandingan sudah dibuat sedemikian rupa, para atlet hanya tinggal mengikutinya saja.


Baca Juga:


“Kita tidak dalam posisi mengatakan sesuatu, kecuali tidak ada peraturan,” katanya.

Untuk itu, Kiai Ma’ruf menyerahkan sepenuhnya soal boleh tidaknya atlet judo mengenakan hijab saat pertandingan kepada panitia penyelenggara. Karena menurutnya, pihak panitialah yang memiliki wewenang mengatur hal tersebut.

“Itu urusannya dengan panitia. Kita serahkan kepada yang punya kewenangan. Kita kan tidak mendahului,” tukasnya.

Untuk diketahui, Atlet blind judo putri Indonesia, Miftahul Jannah dinyatakan kalah setelah menolak melepas jilbabnya saat akan bertanding melawan wakil Mongolia, Oyun Gantulga di arena Asian Para Games 2018 Jakarta.

Dalam situs resmi Asian Para Games 2018 dituliskan, dia kalah Senin, 8 Oktober 2018, pukul 10:18 WIB di kelas 52 kilogram putri di arena judo Gedung Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Atlet asal Aceh itu dinyatakan terdiskualifikasi dari Asian Para Games karena memilih mempertahankan jilbabnya. Sementara wasit pertandingan tidak memperkenankannya. Sebab, jilbab yang dikenakan Miftahul Jannah bisa membahayakan nyawanya sendiri.

“Ini memang aturan dari judo internasional, alasannya karena ditakutkan pada saat main bawah (newasa), akan ketarik dari lawannya yang bisa menyebabkan tercekik,” kata Penanggung Jawab Tim Judo Indonesia, Ahmad Bahar. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here