Mengerikan, Pagi Beriman Sorenya Kafir

203

Oleh: Abdan Syakura (Aktivis dakwah Al-Mahsyar)

Tak ada seorang pun yang bisa terhindar dari fitnah atau ujian. Dan tak seorang pun yang tahu apakah ia bisa mengatasi ujian tersebut dengan baik atau tidak, kecuali ia berharap pertolongan dari Allah Ta’ala.

Tanpa pertolongan Allah Ta’ala, seseorang bisa tergelincir keimanannya. Boleh jadi saat pagi ia tebal keimanannya, namun sore hari ia bisa menjadi kafir dan mungkin meninggal dengan kekafirannya. Na’udzubillah.

Apakah hal itu bisa terjadi?

Sangat mungkin terjadi, apalagi di era saat ini dimana orang-orang bingung dengan informasi yang sangat cepat menyebar melalui internet dan media sosial. Bingung, apakah informasi itu benar atau salah karena berasal dari tulisan, gambar atau video tanpa bertanya kepada guru yang benar.

BACA JUGA: 8 Pintu Keberkahan di Dalam Rumah

Di sisi lain, orang-orang lebih senang mengkonsumsi materi hiburan yang bisa mengurangi keimanan lewat internet dan media sosial, sehingga perlahan keimanannya terkikis dan lama-lama menjadi kafir.

Keadaan orang semacam ini pernah digambarkan oleh Baginda Rasulullah ﷺ dalam haditsnya:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia,” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

BACA JUGA: 7 Orang yang Selalu Dikejar-kejar Rezeki

Al-Qurthubi menjelaskan makna hadits ini, beliau berkata: “Bukan tidak mungkin untuk memaknai hadits ini dengan makna zhahirnya (kafir lawan dari iman), karena ujian dan fitnah apabila datang berturut-turut akan merusak hati dan mengalahkannya serta akan memberikan pengaruh/dampak berupa kerasnya hati, kelalaian yang merupakan sebab kebinasaan.” [Al-Mufhim 1/326]

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam, tidak terlihat sehingga manusia tidak tahu ke arah mana harus berjalan, juga tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah ini bisa terjadi karena syubhat yang muncuk karena racun pemikiran dan syahwat yakni dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat.

Agar terhindar dari jahatnya fitnah

Lewat hadits di atas Rasulullah ﷺ memberikan tips agar kita terhindar dari kondisi pagi beriman namun sorenya kafir, yakni dengan bersegera melakukan amal shalih. Setelahnya, teruslah lakukan secara istiqamah seraya meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari fitnah, yang nampak maupun yang tersembunyi,” (HR. Muslim).

BACA JUGA: 4 Hal Penyebab Orang Jadi Sombong

Selain itu, ada banyak doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ, memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala agar kita terhindar dari jahatnya fitnah.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian (fitnah) bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu”.

Atau membaca doa:

اللهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari adzab neraka Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan fitnahnya Dajjal”.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here