7 Orang yang Selalu Dikejar-kejar Rezeki

747
Ilustrasi: Para petani yang bekerja. (Foto: (Dwi Ma'ruf Alvansuri/Unsplash))

Oleh: Abdan Syakura (Aktivis dakwah Al-Mahsyar)

Allah Ta’ala memiliki sifat Rahman, yakni sifat Maha Pengasih bagi seluruh makhluk-Nya di muka bumi. Tak peduli apakah ia beriman atau tidak, dengan sifat Rahman ini Allah Ta’ala memberikan rahmat-Nya (kasih sayang) yang sangat luas.

Termasuk juga dalam hal rezeki. Allah Ta’ala memberikan rezeki kepada makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya.

Kita mungkin pernah melihat seseorang bekerja keras untuk mendapatkan rezeki berupa kekayaan. Namun pada kenyataannya boleh dikatakan mereka belum mampu mendapatkan rezeki seperti yang diinginkan, sementara di sisi lain ada beberapa orang yang selalu dikejar rezeki yang datang entah dari mana asalnya.

Berikut ini ada tujuh kelompok orang yang selalu dikejar rezeki, sesuai kehendak Allah Ta’ala akibat perbuatan (wasilah) yang dilakukannya.

1. Orang yang suka bersedekah

Harta yang disedekahkan, sejatinya tidaklah berkurang. Sebaliknya, sedekah bisa membuat pelakunya mendapatkan rezeki yang berlipat ganda. Rumusnya, siapa saja yang melapangkan rezeki orang lain, maka ia akan diberikan kemudahan dalam meraih rezeki.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

BACA JUGA: 8 Pintu Keberkahan di Dalam Rumah

2. Orang yang senang bersyukur

Cara untuk meraih kebahagiaan adalah bersyukur. Sesempit apapun kondisinya, jika seseorang bersyukur maka ia akan meraih kebahagiaan. Inilah sejatinya rezeki. Di sisi lain, sudah dipahami bersama bahwa orang yang senang bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan, maka akan Allah Ta’ala tambah nikmatnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,” (QS. Ibrahim: 7).

3. Orang yang sering beristighfar

Permohonan ampun (istighfar), sejatinya merupakan salah satu usaha batiniyah untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). Oleh karenanya Allah Ta’ala sangat menyukai hamba-Nya yang beristighfat karena mengakui segala dosa yang telah dilakukannya. Jika Allah Ta’ala telah berkenan, maka rezeki apapun akan dikarunikan kepada hamba-Nya yang beristighfar.

Allah Ta’ala berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS. Nuh: 10-12).

Perlu diingat bahwa pengakuan dosa dengan istighfar menjadi salah satu kunci pembuka rezeki. Karena boleh jadi, dosa yang dilakukan menjadi penghalang turunnya rezeki dari Allah Ta’ala. Sabda Nabi Muhammad ﷺ:

وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat,” (HR. Ibnu Majah).

4. Orang yang sering membaca Al-Quran

Rezeki tak melulu soal uang. Ia bisa berupa kebahagiaan, kesehatan, pekerjaan yang baik, istri shalihah atau suami shalih, anak-anak yang shalih/shalihah, ketenangan jiwa, dan lain sebagainya. Rezeki ini pula yang pasti didapatkan oleh orang-orang yang gemar membaca Al-Quran, karena bagi orang-orang beriman Al-Quran merupakan rahmat (curahan kasih sayang Allah Ta’ala) serta obat atas setiap keluhan jiwa dan jasad.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian,” (QS. Al-Isra: 82).

SELANJUTNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here