Kisah Ulat ‘Ajari’ Nabi Dawud Berdzikir

163
Ilustrasi: Ulat Merah.

Muslim Obsession – Jika Nabiyullah Yusuf ‘alaihissalam masyhur dengan ketampanannya, Nabi Sulaiman ‘alaihissalam terkenal karena kemampuannya berbicara dengan makhluk Allah selain manusia.

Nyatanya, Allah subhanahu wa ta’ala tak hanya memberikan kemampuan ‘unik’ itu kepada Nabi Sulaiman. Ayahnya Nabi Sulaiman, yakni Nabiyullah Dawud ‘alaihissalam pun memiliki kemampuan sama yang luar biasa.

Bahkan beliau dikenal memiliki suara yang merdu, sehingga saat Nabi Dawud berdzikr atau melantunkan Zabur, gunung, pephononan, dan burung-burung pun kerap ikut berdzikir bersama beliau.

Alkisah, ketika Nabi Dawud ‘alaihissalam sedang duduk di mihrabnya sambil menelaah Zabur, tampak melintas seekor ulat merah di depannya. Sambil bergumam, Nabi Dawud bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

Baca juga: Kisah 2 Orang yang Masuk Surga dan Neraka Karena Seekor Lalat

Tak disangka, Allah ternyata memberikan kemampuan kepada ulat tersebut untuk memahami dan berbicara menggunakan bahasa manusia. Kepada Nabi Dawud, ulat itu pun menerangkan keadaannya.

“Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca ‘Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar’ sebanyak seribu kali. Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca ‘Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam’ sebanyak seribu kali…”

Mendengar itu, Nabi Dawud terkesima.

Ulat itu pun berkata lagi, “Lalu bagaimana dengan dirimu? Apa yang telah engkau baca untuk memuji Allah dalam setiap hari dan malam, sehingga engkau berani berkata demikian?”

Baca juga: Kisah Pertaubatan Iblis kepada Nabi Musa

Nabi Dawud ‘alaihissalam menyesal telah meremehkan ulat tersebut, ia pun kemudian menangis penuh rasa takut kepada Allah, bertobat dan berserah diri kepada Allah.

Kisah tentang Nabi Dawud dan ulat merah ini diceritakan Imam Al-Gazâlî dalam kitabnya, Mukâsyafah al-Qulûb al-Muqarrab Ilâ Ḥaḍrah ‘Allâm al-Guyûb.

Bertasbihnya ulat merah ini sesuai dengan QS. Al-Isrâ’ ayat 44, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Imam aṣ-Ṣâwî dalam kitabnya, Ḥâsyiyah al-‘Allâmah aṣ-Ṣâwî ‘alâ Tafsîr al-Jalâlain, memberikan pemahaman terhadap ayat ini bahwa semua makhluk Allah, seperti malaikat, manusia, jin, binatang, tumbuhan, bebatuan, dan benda-benda keras lainnya bertasbih kepada-Nya.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here