Kisah Pertaubatan Iblis kepada Nabi Musa

244

Jakarta, Muslim Obsession – Iblis pada awalnya adalah makhluk yang paling taat kepada Allah. Bahkan ia dianggap makhluk yang paling bertauhid karena tidak mau sujud kepada siapa pun kecuali hanya kepada Allah. Termasuk kepada adam.

Namun karena kesombonganya tidak mau sujud kepada Nabi Adam atas perintah Allah, dia akhirnya diturunkan dari surga, dan tergelincir dalam golongan yang sesat. Iblis pun menerima hukuman dari Allah, dan dia berjanji akan menggoda seluruh keturunan Adam agar mau masuk dalam golonganya.

Di balik cerita kesesatan dan kesombongannya, ternyata Iblis pernah merasakan menyesal dan ingin bertaubat, kembali kepada jalan yang benar. Kisah pertaubatan Iblis diceritakan oleh Ibnu Asakir dalam kitabnya At Tarikh Dimasyq, saat Iblis bertemu dengan Nabi Musa.

Dikisahkan, suatu waktu iblis bertemu dengan Nabi Musa AS. Iblis berkata:

“Wahai Musa, engkau adalah manusia pilihan Allah SWT dengan risalah kenabian dari-Nya, dan Allah berbicara kepadamu dengan pembicaraan yang secara langsung. Dan aku (Iblis) adalah ciptaan-Nya yang dulu pernah berbuat dosa, dan saat ini aku ingin bertaubat atas dosaku itu. Maka tolonglah aku, mohonkanlah kepada Allah keringanan bagiku kepada Tuhanku Yang Maha Agung dan Mulia agar Dia menerima taubatku.”

Setelah mendengarkan permintaan Iblis, kemudian Nabi Musa AS berdoa kepada Allah. Maka, Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa AS:

“Wahai Musa, Aku telah mengabulkan permohonanmu (Allah SWT Yang Maha Pengampun menerima taubat Iblis).”

Tetapi, Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa AS. Yakni syarat diterimanya taubat Iblis, ialah dengan dengan memberikan sujud penghormatan kepada kuburan Nabi Adam AS yang dulu belum dilakukan oleh Iblis.

Ketika Nabi Musa AS bertemu dengan Iblis, Musa AS menyampaikan hal tersebut dan berkata, “Engkau diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersujud (sujud penghormatan) kepada Adam AS di kuburannya, maka Allah Ta’ala akan menerima taubatmu.”

Mendengar perkataan Nabi Musa tersebut, Iblis kembali merasa sombong dan marah kepada Nabi Musa sambil berkata, “Saat Adam hidup saja aku tidak mau bersujud kepadanya, apalagi saat ini ketika ia telah mati.”

Dari situ, Iblis kemudian memberikan tiga pesan kepada Nabi Musa:

“Wahai Musa, sungguh engkau memiliki hak atasku karena dirimu telah memohonkan keringanan kepada Tuhanku. Ingatlah dariku dalam tiga keadaan supaya engkau selamat dari kebinasaan:

1. Ingatlah iblis saat marah

Pertama, ingatlah aku saat dirimu marah. Karena saat itu akulah yang berbisik dalam hatimu dan pandanganku ada dalam pandanganmu, aku masuk ke dalam dirimu melalui aliran darah.

2. Ingatlah iblis saat dalam peperangan

Kedua, ingatlah aku ketika engkau dalam peperangan, karena sesungguhnya aku yang mendatangi manusia saat peperangan, lalu aku ingatkan mereka akan anak dan istrinya hingga akhirnya mereka lari dari peperangan.

3. Ingatlah iblis saat berduaan dengan perempuan

Ketiga, jangan engkau duduk bersama perempuan yang bukan mahrammu, karena aku adalah perantaranya kepadamu dan perantaramu kepadanya untuk berbuat zina.

Dari kisah tersebut, diketahui bahwa iblis dengan mudah menjerumuskan manusia dalam kebinasaan saat berada di tiga keadaan yaitu saat marah, saat peperangan berkecambuk, dan saat berduaan dengan wanita yang bukan muhrimnya.

Dalam banyak riwayat juga terungkap bahwa zaman dulu, iblis sering kali menemui orang-orang saleh, terutama para nabi, untuk berdialog dengan mereka.

Dari pertemuan tersebut, sering kali terlontar ‘kata-kata hikmah’ dari Iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here