Kisah 2 Orang yang Masuk Surga dan Neraka Karena Seekor Lalat

220

Jakarta, Muslim Obsession – Banyak cerita-cerita menarik penuh hikmah dari ajaran Islam yang bisa diambil untuk kebaikan bersama. Dalam Kitab Fathul Majid misalnya, terdapat sebuah kisah menarik tentang dua orang yang masuk surga dan masuk neraka karena seekor lalat.

Hal ini berkaitan dengan sikap ketauhidan seorang hamba terhadap Allah SWT. Karena dalam Kitab Fathul Majid yang dikutip Muslim Obsession ini memang isinya fokus membahas masalah tauhid dan Kesyirikan. Antara tauhid dan syirik mempunyai perbedaan sangat tipis.

Kadangkala orang terjebak dalam kesyirikan tanpa disadari. Cerita dua orang yang masuk surga dan masuk neraka karena lalat ini menunjukan bahwa syirik adalah sesuatu perbuatan dosa besar. Dalam kitab Fathul Majid itu Rasulullah bercerita soal dua orang yang masuk surga dan neraka karena lalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ , ﻭَﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻭَﻛَﻴْﻒَ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺮَّ ﺭَﺟُﻼَﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﻟَﻬُﻢْ ﺻَﻨَﻢٌ ﻻَ ﻳَﺠُﻮْﺯُﻩُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺮِّﺏَ ﻟَﻪُ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮْﺍ ﻷَﺣَﺪِﻫِﻤَﺎ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻴْﺲَ ﻋِﻨْﺪِﻱْ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃُﻗَﺮِّﺏُ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟَﻪُ : ﻗَﺮِّﺏْ ﻭَﻟَﻮْ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ، ﻓَﻘَﺮَّﺏَ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ ﻓَﺨَﻠُّﻮْﺍ ﺳَﺒِﻴْﻠَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ، ﻭَﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟِﻶﺧَﺮِ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻛُﻨْﺖُ ﻷُﻗَﺮِّﺏَ ﻷﺣَﺪٍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺩُﻭْﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻀَﺮَﺑُﻮْﺍ ﻋُﻨُﻘَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”

Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?

Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi:

“Persembahkanlah sesuatu untuknya!”

Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan.”

Mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!”

Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain:

“Persembahkalah untuknya sesuatu!”

Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).

Hadits Nabi ini secara mendasar mengajarkan betapa pentingnya menjaga akidah Islamiyah hingga tidak terkotori oleh noda-noda syirik (menyekutukan) kepada Allah, meskipun sedikit, atau meskipun syirik dalam kadar terkecil yakni dalam wujud riya (pamer), sum’ah (ingin didengar kebaikannya), ‘ujub (kagum akan amal ibadahnya sendiri), dan sejenisnya.

Dalam ayat terakhir surat Al Kahfi, Al-Quran menjelaskan, “Siapa yang berharap bisa bertemu Tuhannya, maka hendaklah ia beramal saleh dan tidak menyekutukan Dia dan beribadah dengan sesuatu pun.” (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here