Kisah Kecintaan Ukasyah kepada Baginda Nabi Muhammad

152

Oleh: Drs. H. Tb. Syamsuri Halim, M. Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Berikut ini saya sadurkan kitab Nurul Yaqin karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek. Terdapat sebuah kisah di dalamnya, kisah yang terjadi pada diri Rasulullah ﷺ sebelum wafat.

Rasulullah ﷺ telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah masjid dengan para sahabat.

Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah ﷺ.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

BACA JUGA: Mengenal Rasulullah ﷺ Secara Fisik Lahiriah

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah?”

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, “Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah.”

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka.”

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

BACA JUGA: Maulid Nabi, Mengenal Lebih Dekat Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya,aku akan pergi menemui Allah SWT, Dan sblm aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua, adakah aku memiliki utang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan utang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan memiliki utang kepada manusia.”

Ketika itu semua para sahabat diam. Rasulullah ﷺ mengulangi pertanyaan itu sebanyak tiga kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Ukasyah. Ia adalah seorang sahabat, mantan preman sebelum masuk Islam. Dia lalu berkata:

“Ya Rasulullah…Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap utang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan utang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa.”

BACA JUGA: 3 Keistimewaan Rasulullah

Rasulullah ﷺ berkata, “Sampaikanlah, wahai Ukasyah.”

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:

“Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda. Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justeru terkena dadaku. Karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi, wahai Rasulullah.”

Mendengar itu, Rasulullah ﷺ berkata, “Sesungguhnya itu adalah utang, wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama.”

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata, “Kalau begitu aku ingin segera melakukannya, wahai Rasulullah.”

BACA JUGA: Rasulullah, Tidak Pernah Mendoakan Buruk Orang yang Memusuhinya

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah.

“Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!!?”

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.

Rasulullah ﷺ lalu meminta Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, anaknya.

Saat Bilal meminta cambuk itu, Fatimah bertanya, “Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?”

Bilal menjwb dengan nada sedih,” Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah.”

BACA JUGA: Tiga Doa dari Rasulullah Agar Mudah Lunasi Utang

Terperanjat dan menangislah Fatimah, seraya berkata: “Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau memukul, pukullah aku anaknya.”

Bilal menjawab, “Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua.”

Bilal membawa cambuk tersebut ke masjid lalu diberikannya kepada Ukasyah. Setelah mengambil cambuk itu, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba-tiba, Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: “Ukasyah…kalau kamu hendak memukul, pukullah aku!!”

“Aku adalah orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah ﷺ sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku.”

BACA JUGA: Kunci Meraih Harta Berkah Menurut Rasulullah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah.”

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah ﷺ. Kemudian Umar bin Khattab berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: “Ukasyah…kalau engkau mau memukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya. Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad ﷺ. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!!”

Lalu dijawab oleh Rasulullah ﷺ: “Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah.”

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, dan tiba-tiba berdirilah Ali bin Abu Talib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah ﷺ.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: “Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah.”

BACA JUGA: Cara Rasulullah Mengomentari Masakan Istri yang Tidak Enak

Lalu dijawab oleh Rasulullah ﷺ: “Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.

Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah ﷺ. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah ﷺ yaitu Hasan dan Husain.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon… “Wahai Paman, pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit, Pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah ﷺ. Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami, wahai Paman.”

Lalu Rasulullah ﷺ berkata: “Wahai cucu-cucu kesayanganku, duduklah kalian. Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah.”

Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata: “Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!”

BACA JUGA: Tentang Mimpi Bertemu Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah ﷺ didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

“Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah.”

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah. Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah ﷺ membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah ﷺ berkata: “Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan, nanti Allah SWT akan murka padamu.”

BACA JUGA: Doa dari Rasulullah Agar Diringankan Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah ﷺ. Cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah ﷺ seat-eratnya sambil menangis sejadi-jadinya.

Ukasyah berkata: “Ya Rasulallah, ampuni aku, maafkan aku. Mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau, ya Rasulallah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu. Karena Engkau pernah mengatakan, “Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya”.

Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku, ya Rasulallah…”

BACA JUGA: Rasulullah ﷺ Memiliki Bentuk Tubuh Ideal

Rasulullah ﷺ dengan senyum berkata: “Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli surga, maka lihatlah Ukasyah..!!”

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah ﷺ.

Semoga dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih Allah SWT.

Allahumma’sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad.

Allahumma sholli ‘alayhi wassalam.

Semoga Allah SWT selalu meridhai kita semua. Aamiin…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here