Cara Rasulullah Mengomentari Masakan Istri yang Tidak Enak

59
orem-orem
Orem-orem makanan khas Malang. (Foto: Good Indonesian Food)

Jakarta, Muslim Obsession – Sering kali masakan istri memang dirasa kurang enak, bisa keasinan, hambar atau kemanisan. Namun apapun itu masakan seorang istri tidak perlu dikomentari dengan sikap berlebihan. Islam juga mengajarkan bagaimana bersikap yang bijak atas masakan istri.

Hal ini seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw. Nabi menjadi contoh yang baik bagaimana bersikap dengan istri karena masakannya yang kurang enak.

Seperti yang diceritakan oleh sahabat Abu Hurairah RA, “Nabi SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau selera maka beliau memakannya, dan jika tidak selera maka beliau tinggalkan,” (HR. Ahmad 9755 dan Muslim 5504).

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW pernah menolak masakan istrinya sendiri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim mengisahkan bahwa suatu hari, Rasulullah SAW pernah mengajak Khalid bin Walid mengunjungi istri beliau, Maimunah.

Maimuman merupakan saudara perempuan ibunda Khalid. Mengetahui kedatangan sang suami dan keponakannya, Maimunah pun masuk ke dapur dan memasak daging dhabb, daging dari hewan sejenis biawak.

Saat dihidangkan, Nabi Muhammad SAW dengan penuh selera mengambil hidangan yang disajikan istrinya. Namun, tiba-tiba, seorang perempuan dari bilik Maimunah berkata, “Berita kepada Rasul tentang daging yang kalian hidangkan kepada beliau itu,”.

Setelah diberitahu, Nabi Muhammad SAW pun menarik kembali tangannya. Kemudian Khalid bertanya, “Wahai Rasul, apakah daging dhabb haram?,”.

Rasulullah SAW pun menjawab dengan santun, “Tidak, hanya saja daging dhabb ini tidak terdapat di daerah kaumku. Karena itu saya merasa kurang berselera memakannya,”.

Cara Nabi Muhammad SAW dalam menolak makanan tersebut bisa menjadi contoh untuk para suami. Para suami dianjurkan untuk tetap bersikap santun, bukan mencela masakan sehingga dapat melukai hati istri.

Hal tersebut pun telah diterangkan dalam hadist. Rasulullah SAW bersabda:

“Berbuat baiklah kepada perempuan karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para perempuan dengan baik,” (HR al-Bukhari). (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here