Kunci Meraih Harta Berkah Menurut Rasulullah

151
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.

Muslim Obsession – Seorang Muslim yang baik tentunya ingin memiliki kehidupan yang berkah, termasuk memiliki harta yang berkah. Karena keberkahan inilah yang menjadi jalan datangnya ridha dari Allah Ta’ala.

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus menjelaskan, kunci mendapatkan harta yang berkah sesungguhnya telah diajarkan Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Bagaimana caranya?

“Caranya adalah dengan memperhatikan metode mengambil harta, metode meraih harta,” ujar Habib Novel dalam sebuah potongan video kajian yang diunggah Ulama Nusantara.

Habib Novel menuturkan, suatu ketika dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan imam-imam yang lain, Baginda Muhammad ﷺ bersabda kepada seorang sahabat yang namanya Hakim.

ياَحَكِيْم، إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ. فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِسْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ

“Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini hijau dan manis. Siapa yang mengambilnya dengan jiwa yang dermawan, (maka) diberkati hartanya. Dan barangsiapa mengambilnya jiwa yang rakus, (maka) tidak akan diberkati”.

Dalam hadits ini, jelas Habib Novel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, cara mengambil. Siapa mengambilnya dengan jiwa yang dermawan.

Para ulama menjelaskan, hal ini ada dua hal. Satu, mengambil harta yang diberikan oleh seseorang yang jiwanya dermawan. Yakni seseorang yang ketika memberikan harta tersebut hatinya senang, hatinya lapang.

“Kalau kita mengambil harta dari seseorang yang ketika memberikannya lapang, maka harta itu diberkati. Makanya ulama menganjurkan permudah jual-beli. Jangan terlalu berbelit-belit, jangan terlalu repot ya. Kasih kelonggaran kepada konsumen,” ujar Habib.

Jika ada konsumen menawar, sambungnya, walaupun tawarannya itu masih jauh dari yang diinginkan tapi si pedagang sudah mendapat keuntungan meski jumlahnya sedikit, di situ ada barokah.

Di situ ada keberkahan karena konsumen itu mau membeli, mau mengeluarkan hartanya dengan senang.

“Makna yang kedua adalah dari sisi kita, yang mengambil harta. Jangan sampai kita mengambil harta tanpa jiwa yang dermawan. Orang yang jiwanya dermawan itu ketika mengambil, ya, dia nggak takut kehilangan. Ketika mengambil, dia siap membaginya dan memberikan kepada orang lain,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here