Keutamaan Ilmu dan Ulama serta Keutamaan Proses Belajar dan Mengajar

57
Penghafal Al-Quran
Ilustrasi: Para santri tengah belajar di sebuah pondok pesantren di Ujung Kulon, Banten. (foto: Anto/Muslim Obsession)

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11:

يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara engkau dan orang –orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Artinya, Allah akan mengangkat derajat para ‘ulama (orang yang ahli dalam bidang keilmuan), sebab mereka sanggup memadukan antara ilmu pengetahuan dan pengamalannya.

BACA JUGA: Al-Quran, Surat Cinta dari Allah

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu telah berkata:

“Derajat ulama’ itu jauh di atas orang mukmin dengan selisih tujuh ratus derajat, sedangkan jarak antara dua derajat kira-kira perjalanan lima ratus tahun”.

Allah berfirman:

شهد الله أنه لا إله إلا هو و الملائكة وأولو العلم …الاية

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memulai firmannya dengan menyebut Dzat-Nya sendiri, kedua kalinya menyebut malaikat dan ketiga kalinya menyebut orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan.

Cukuplah berpegang teguh pada ketiga hal ini untuk memperoleh kemulyaan, keutamaan dan keagungan.

BACA JUGA: Masuk Surga Karena Separuh Kurma

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Fathir ayat 28:

إنما يخشى الله من عباده العلماء

“Sesungguhnya dari hamba-hamba Allah yang takut kepada Allah adalah para ‘ulama”.

Dan Allah juga berfirman dalam QS. Al Bayyinah ayat 7-8:

إن الذين أمنوا وعملوا الصالحات أولئك هم خير البرية – جزاؤهم عند ربهم جنات عدن تجري من تحتها الانهار خالدين فيها أبدا رضي الله عنهم ورضوا عنه ذالك لمن خشي ربه

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baiknya makhluq“.

“Balasan mereka disisi Tuhan mereka adalah surga and yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhanya”.

BACA JUGA: Kisah Pelanggaran Yahudi di Hari Sabtu

Dua ayat di atas menetapkan bahwa para ulama’ adalah orang-orang merasa takut kepada Allah. Orang yang merasa takut kepada Allah adalah termasuk sebaik-baik makhluq. Dengan demikian dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa mereka adalah sebaik-baik MAKHLUK.

Rasulullah ﷺ bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barang siapa yang dikehendaki baik oileh Allah, maka Allah akan memberikan kefahaman terhadap ilmu fiqh” .

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

ألعلماء ورثة الأنبياء، وحسبك بهذه الدرجات مجدا وفخرا وبهذه الرتبة شرفا وذكرا، وإذا كان لا رتبة فوق النبوة فلا شرف فوق شرف الوراثة لتلك الرتبة

”‘Ulama’ adalah pewaris para Nabi, cukuplah bagimu dengan derajat ini untuk memperoleh sebuah keagungan dan kebanggaan diri. Dan (cukuplah bagimu) dengan tingkatan ini untuk memperoleh kemuliaan dan panggilan yang agung. Ketika sudah tidak ada lagi tingkatan di atas tingkat kenabian, maka tidak ada satupun kemuliaan yang melebihi kemuliaan warisan tingkatan tersebut”.

AKHIR dari sebuah ilmu adalah DIAMALKAN, karena DIAMALKAN itu adalah buah dari ilmu itu sendiri, fungsi dari umur dan bekal untuk akhirat nanti.

Wallahu a’lam bish shawab.

(Bersambung…)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here