Al-Quran, Surat Cinta dari Allah

57

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

“Tak kenal maka tak sayang”. Demikian pepatah yang sering kita dengar tentang pentingnya mengenal untuk menumbuhkan rasa sayang kepada seseorang atau sesuatu.

Pun demikian kepada Al-Quran, sebagai kumpulan firman Allah Ta’ala yang seyogianya kita kenal sehingga tumbuh rasa sayang terhadapnya.

BACA JUGA:

Masuk Surga Karena Separuh Kurma

Kisah Pelanggaran Yahudi di Hari Sabtu

Hukum Shalat Jenazah di Atas Undakan Kuburan

Tentang hal ini, Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad memiliki catatan yang sangat perlu kita renungkan:

قال الحسن البصري رحمه الله : أن من كان قبلكم وأوا هذا القرآن رسائل إليهم من ربهم، فكانوا يتدبرونها بالليل وينفذونها بالنهار. انتهى

Syekh Hasan Al-Bashri radhiyallahu ‘anhu berkata, Sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu melihat Al-Quran bagaikan surat-surat untuk mereka dari Allah SWT. Mereka merenungkannya di waktu malam dan mengamalkannya di siang hari.

وكلما كان العبد أوسع علماً ومعرفة بالله، كان أكثر تدبراً للقرآن، وأعظم فيهماً فيه، ولذلك اتسع المجال في تدبر القرآن وفهمه للعارفين بالله من العلماء الراسخين والأئمة المهتدين

Seorang hamba yang semakin luas pengetahuan dan ma’rifatnya kepada Allah, akan semakin banyak renungannya terhadap Al-Quran dan semakin besar pula pemahaman tentang Kitab tersebut. Begitulah yang dilakukan oleh para tokoh dan para imam ulama yang shalih, mereka selalu merenungkan dan memahami isi kandungan Al-Quran yang mulia Ini.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here