Ketua Umum PBNU: Silakan Bercadar Tapi Jangan Merasa Paling Islami

836
Said Aqil Siradj OK
Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj. (Foto: nu.or.id)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj sebenarnya tidak mempersoalkan penggunaan cadar. Sebab, cadar sudah masuk dalam wilayah furuiyah yang semua orang memiliki pendapatnya sendiri.

“Kalau saya begini, silakan bercadar, silakan bergamis silakan berjenggot,” ujar Kang Said, usai konferensi pers Berita Palsu Pemecah NKRI di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Hanya saja, ia menekankan penggunaan cadar bukan merupakan hal yang agamis. Bercadar bukan ukuran untuk menilai orang itu agamis.
Karena keimanan seseorang tidak semata-mata dilihat dari penampilan saja.

“Jangan merasa paling Islam, paling sempurna Islamnya, yang penting Islam itu iman, akhlak, moral dan hatinya, bukan penampilan lahir. Apalagi sampai anggap yang lain musyrik, thagut dan kafir apalagi,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sahiron Syamsuddin, mengungkapkan, pelarangan cadar tersebut tak terlepas dari alasan pedagogis. Menurut dia, jika mahasiswinya tetap menggunakan cadar di dalam kelas, para dosen tentu tidak bisa membimbingnya dengan baik dan pendidiknya tidak dapat mengenali wajah mahasiswinya.

Sahiron mengatakan, pemakaian cadar bagi kaum wanita itu sebenarnya juga masih diperdebatkan di kalangan ulama, apakah itu merupakan ajaran Islam atau tradisi Arab. Namun, mahasiswi yang bercadar di kampus tersebut rata-rata tidak membaur dengan mahasiswa lainnya.

“Mereka pada umumnya tidak membaur dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain,” kilahnya. (Albar)

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here