Istri dan Anak Berpotensi Menjadi Musuh yang Sangat Berbahaya

98

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University

Istri dan anak adalah orang yang paling terdekat dalam hidup ini, maka:

1- Istri dan anak, bisa menjadi sumber pahala besar, namun juga bisa berbalik menjadi sumber dosa besar.

2- Isteri dan anak menjadi teman hidup yang membahagiakan, namun bisa pula membalik menjadi musuh besar yang meruntuhkan dan menghancurkan segalanya.

BACA JUGA: Ingat Umur

TRUE STORIES:

Oleh karena itulah, Allah SWT mengingatkan agar berhati hati.

Allah berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَا جِكُمْ وَاَ وْلَا دِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَا حْذَرُوْهُمْ ۚ وَاِ نْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.

“Wahai orang-orang yang Beriman, Sungguh di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang,” (QS. At-Taghaabun 64: 14).

BACA JUGA: Berpakaianlah yang Bagus Jangan Seenaknya

POINTERS:

Perintah Allah “Birrul Waalidain” atau “Bakti dan Hormat: anak kepada kedua orang tua SANGAT TEGAS”.

1- Allah SWT berfirman di QS. Luqman, ayat 14:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

“Dan Kami Perintahkan kepada Manusia agar berbuat baik kepada kedua Orangtua, Ibu-Bapaknya; Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtua Ibu-Bapakmu. Hanya kepada-Kulah engkau kembali”.

Hanya sekedar berkata “ah” saja untuk menolak saat dimintai tolong oleh Orangtua adalah DOSA yang sangat serius dan hukumannya sangat dahsyat.

BACA JUGA: Setan Akan Ikut Menikmati Sambil Menggerogoti Kebaikan

2- Perhatikan LARANGAN keras BERKATA KASAR dalam QS. Al-Isra’, ayat 23:

 وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang santun mulia.”

3- Perintah agar Manusia BERBUAT BAIK kepada Ibu-Bapaknya disebutkan setelah perintah beribadah kepada Allah. Hal ini menegaskan, betapa pentingnya hormat, memuliakan dan berbakti kepada kedua Orangtua.

BACA JUGA: Jika Keadaanmu Sedang Sulit, Lakukanlah Hal Ini..

Sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ ditanya, “Siapakah yang paling berhak mendapat perlakuan terbaik dariku?”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya, “Siapa lagi?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya, “Siapa lagi?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya, “Siapa lagi?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Bapakmu”,” (Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim).

SOLUSI:

Agar isteri dan anak-anak tidak menjadi MUSUH yang BERBAHAYA, maka:

1- Penanaman, penghayatan dan pengamalan Syariah Islam yang Kaaffah harus sedini mungkin, yaitu sejak dari kandungan.

Jika sudah menginjak usia 7 tahun, mulai agak tegas, dan di saat berusia 10 tahun, sudah mulai diterapkan sanksi hukuman jika abai Syariah.

BACA JUGA: Ikutlah Bersuara, Meskipun Pelan

2- Harus memahami, menghayati dan mengamalkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah ﷺ, terutama: QS. Luqman ayat 14 dan QS. Al-Isra’, ayat 23 yang sudah disebutkan di atas.

Semoga Allah SWT selalu merahmati dan mengampuni kedua orangtua kita, memasukkan mereka ke Aljannatul Firdausil A’laa.

ربنا هب لنا من ازواجنا وذريا تنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما

Rabbanaa Hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Yaa Tuhan kami, anugerahilah kami dari pasangan hidup kami, dan dari anak cucu dan keturunan kami; orang-orang yang menyenangkan, membahagiakan dan sukses. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here