Gurun Sahara Diselimuti Salju, Sentuh Suhu -3 Derajat Celcius

213

Kairo, Muslim Obsession – Suhu di gurun Sahara menurun hingga serendah -3°C. Fenomena ini meninggalkan bukit pasir di salah satu kota Aljazair itu ditaburi salju.

Penurunan suhu ini memungkinkan kota Ain Sefra mengalami salju hanya untuk keempat kalinya dalam 42 tahun. Tiga kali lainnya terjadi pada 1979, 2017, dan 2018.

Pada 2017, badai salju menumpahkan salju hingga sedalam satu meter di Ain Sefra. Fotografer Karim Bouchetata memposting gambar dan video dramatis tentang cuaca unik di kota terpencil tersebut.

Ain Sefra terletak di Pegunungan Atlas, 1.000 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai “Pintu Gerbang Menuju Gurun”. Wilayah itu terletak di provinsi Naama di Aljazair di bagian utara Sahara, dekat dengan perbatasan Maroko.

Dikenal sebagai Gurun Aljazair, gurun ini merupakan rangkaian dari Gurun Sahara. Di wilayah ini terdapat banyak gunung pasir yang terbentuk dari tiupan angin.

Wilayah Gurun Aljazair oleh UNESCO masuk dalam Daftar Warisan Budaya Dunia sejak tahun 1982. Suhu udara tertinggi tercatat mencapai 50.6 °C di wilayah Salah.

Penduduk wilayah selatan Aseer di Kerajaan juga melihat hujan salju yang sangat jarang pada Kamis (21/1/2021) waktu setempat, ketika suhu turun hingga minus tiga derajat celcius di wilayah pegunungan, tingkat terendah yang tercatat dalam setengah abad.

“Penduduk lokal dan orang asing bergegas ke daerah itu untuk melihat gurun yang tertutup salju dan perbukitan di sekitarnya,” lapor GeoNews.

Warga Arab Saudi yang tinggal di Tabuk dekat perbatasan dengan Yordania juga melaporkan pola cuaca yang tidak biasa bulan ini.

Baca Juga: Menakjubkan! Ini 10 Gurun Terbesar di Dunia

Januari biasanya merupakan bulan terdingin di Arab Saudi, dengan suhu sekitar rata-rata 20°C. Namun di Tabuk, suhu cenderung turun hingga rata-rata 4°C selama bulan-bulan musim dingin.

Salju sangat jarang terjadi di gurun, meski tidak sepenuhnya tidak diketahui. Sistem bertekanan tinggi dari udara dingin bergerak di atas gurun, mengambil kelembapan di jalan dan menyebabkan suhu yang sangat rendah.

Baca Juga: Tak Banyak Diketahui, Ternyata Ada Ratusan Juta Pohon di Gurun Pasir Sahara

Meskipun salju gurun biasanya mencair dengan sangat cepat, suhu beku di Arab Saudi dan Aljazair membuat salju itu bertahan lebih lama dari biasanya.

Tahun lalu, salju turun di Baghdad untuk kedua kalinya dalam abad ini. Hujan salju terakhir yang tercatat di kota itu terjadi pada tahun 2008, tetapi banyak penduduk mengatakan itu adalah pertama kalinya mereka melihat salju.

Orang-orang Baghdad lebih terbiasa dengan panas daripada dingin. Mereka bahkan mengalami suhu hingga 50°C selama bulan-bulan musim panas.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here