8 Jalan Rezeki yang Digambarkan Al-Quran

341

Oleh: Buya Masoed Abidin Jabbar

Manusia seringkali melihat rezeki hanya persoalan uang yang dihasilkan dari jerih payah dia bekerja, padahal rezeki Allah itu teramat luas. Dalam Al-Quran, setidaknya disebutkan ada 8 (delapan) jalan rezeki yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan untuk hamba-hamba-Nya.

Apa sajakah itu?

Pertama, rezeki yang telah dijamin. Hal ini ditegaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya di QS. Hud [11]: 6, “Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya”.

Meskipun seorang anak yatim piatu tidak memiliki orangtua, namun ia akan tetap hidup sampai besar dirawat panti asuhan atau diadopsi oleh keluarga lain.

Kedua, rezeki karena usaha. Karena keuletan dalam usaha, kini bangsa Turki bisa makmur, padahal alamnya tidak begitu kaya. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. An-Najm [53]: 39, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”.

Baca juga: Ingatlah Hubungan Doa, Ikhtiar dan Takdir

Ketiga, rezeki karena bersyukur. Brunei Darusalam baru-baru ini menerapkan syariat Islam sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmat-Nya, maka mereka kini menemukan ladang gas baru kapasitas miliaran kubik.

Terkait ini Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Ibrahim [14]: 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..”.

Keempat, rezeki yang tak terduga. Karena ketaqwaan penduduk Mekkah dan Madinah, siapa sangka minyak dan gas berada di bawah Tanah Hijaz (Arab Saudi). Allah Ta’ala menyinggung hal ini dalam QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”.

Kelima, rezeki karena beristighfar. Kaum Nabi Yunus ‘alihissalaam, setelah mereka bertobat maka Allah karuniakan kemakmuran bagi mereka sampai 40 tahun. Dalam riwayat lain mengatakan 80 tahun lamanya.

Baca juga: Kokohkan Tali Silaturrahim

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS. Nuh [71]: 10-12).

Keenam, rezeki karena menikah. Misalnya, ketika masih remaja, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu hanyalah seorang penjual tali, namun setelah menikah ia menjadi pengusaha besar dan owner pasar Madinah.

Allah berfirman: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur [24]: 32).

Ketujuh, rezeki karena anak. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Isra [17]: 31, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu”.

Nabiyullah Ya’kub waktu mudanya hijrah dari rumahnya dan menjadi pengembala kambing. Namun setelah menikah dan memiliki 12 anak, justru kambing-kambingnya juga makin bertambah banyak.

Kedelapan, rezeki karena sedekah. Kedermawanan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu hingga kini masih ada warisannya dan tabungannya masih tersimpan di nomor rekening Bank Syariah Arab Saudi.

Allah Ta’ala menegaskan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 245: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak”.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here