Warga Aceh Disebut Bisa Naik Haji, Cek Faktanya

241

Jakarta, Muslim Obsession – Tersiar kabar warga Aceh bisa tetap melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi wabah corona. Padahal Pemerintah Indonesia sudah resmi memutuskan membatalkan ibadah haji. Apakah informasi terkait haji bagi warga Aceh itu benar? Cek faktanya.

Adalah pemilik akun Facebook Abdurachman Rockmansrikity yang pertama membagikan informasi itu pada Selasa, 16 Juni 2020. Pemilik akun juga menyertakan link (pranala) artikel dari Okezone berjudul “Aceh Bisa Lobi Arab Saudi untuk Dapat Kuota Haji Sendiri”. Berikut narasi yang beredar:

“Masyallah Aceh memang beda bisa menuaikan ibadah haji”

Dari hasil penelusuran, klaim jamaah haji asal Aceh tetap bisa berangkat ibadah haji tahun ini adalah hoax. Isi artikel yang menjadi rujukan akun Facebook Abdurachman Rockmansrikity sama sekali tidak menyinggung jamaah Aceh dapat berangkat ibadah haji tahun ini.

Faktanya pada artikel Okezone berjudul “Aceh Bisa Lobi Arab Saudi untuk Dapat Kuota Haji Sendiri”, berisi tentang permintaan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Muhammad Fadhil Rahmi kepada Pemerintah Aceh untuk melobi Arab Saudi agar memberikan kuota haji secara terpisah kepada Aceh, di luar kuota nasional.

Jika dapat kuota khusus, maka daftar tunggu haji Aceh yang kini mencapai 29 tahun bisa dipangkas. Masukan itu dikatakan Fadhul menyusul pemerintah pusat sudah membatalkan pengiriman jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 2020 akibat wabah virus Korona baru (covid-19).

“Karena tahun ini pemerintah Arab Saudi tidak menerima jamaah haji dengan alasan Covid-19, ini menjadi momen bagi Aceh untuk mewujudkan rencana tadi. Aturan disiapkan dan mungkin lobi untuk kuota haji terpisah. Ini memungkinkan karena kita memiliki histori tersendiri dengan Arab Saudi,” kata senator lulusan Al Azhar Kairo itu di Banda Aceh, Senin (15/6/2020).

Menurut Fadhil, Aceh bukan sesuatu yang asing bagi Arab Saudi. Aceh memiliki aset di Makkah berupa Baitul Asyi atau rumah orang Aceh yang merupakan wakaf dari ulama Aceh Abdurrahman Bin Alwi Al-Habsyi atau lebih dikenal dengan Habib Bugak Al-Asyi.

“Salah satunya mungkin melalui Baitul Asyi di sana. Jadi berbicara Aceh tak asing. Yang perlu sekarang adalah bekerjasama para pihak-pihak terkait di Aceh,” ujarnya.

Dengan begitu bisa disimpulkan baha informasi warga Aceh bisa naik haji adalah hoax. Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita.

Bisa jadi konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here