Wapres dan Ribuan Umat Muslim Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

686

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama ribuan umat Muslim menunaikan Shalat Idul Adha 1439 H/2018 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (22/8).

Pantauan di lokasi, sejak pukul 04.10 WIB, ribuan umat Muslim sudah tampak berbondong-bondong memasuki kawasan Masjid Istiqlal. Antrian pun mengular tepat di gerbang utama dan pintu masuk lainnya yang dijaga pasukan pengamanan presiden.

Di setiap gerbang jamaah harus melewati pintu X ray untuk pemeriksaaan. Walhasil, layaknya di bandara, sejumlah barang bawaan jamaah seperti korek api menumpuk di meja samping pintu X Ray karena tidak diizinkan petugas dibawa ke dalam masjid.

Begitu juga lalu lintas di sekitar Masjid Istiqlal terpantau padat seperti jalan di samping Kantor Kementerian Agama dan di depan Gereja Katedral.

Banyak jamaah yang memarkirkan kenderaan di kawasan parkir Kantor Kemenag lantaran kawasan parkir Masjid Istiqlal dan jalan sekitarnya sudah dipadati kendaraan.

Bertindak sebagai khatib Idul Adha 1439 H, H Yusnar Yusuf Rangkuti, pimpinan ormas Al Washliyah dan imam shalat yakni Tuan Guru H. Ahmad Husni Ismail. Idul Adha 1439 H ini khatib mengangkat tema khutbah merajut silaturahmi mengikis intoleran.

Selain dihadiri Wapres Jusuf Kalla, para duta besar, sejumlah pimpinan lembaga pemerintah, menteri kabinet kerja dan pejabat di Kementerian Agama tampak menghadiri pelaksanaan Shalat Idul Adha 1439.

“Di pagi hari ini, ketika matahari mulai  menyinari bumi manusia, tiada terasa bagi kita semua, bahwa kita sedang berada pada  10 Dzulhijjah 1439 H, hari raya Idhul Adha Tahun 2018. Suatu bukti yang amat nyata, bahwa perubahan tidak pernah kompromi dengan siapa saja. Masa akan terus berganti dan berubah tanpa sesiapapun yang boleh menghentikannya kecuali kuasa  Allah Swt,” kata Yusnar Yusuf Rangkuti dalam awal khutbahnya.

Hari Raya ini juga lanjut Yusnar, akan segera berlalu untuk selamanya seiring berubahnya massa. Ia akan terus bergerak berubah sebagai suatu keniscayaan.

Hanya  manusia yang dianugerahkan akal sajalah yang sepatutnya mampu menilai apakah perubahan itu berpihak kepada kita, atau sebaliknya menjadi sebuah malapetaka.

“Sibghoh atau manhaj  “Kekitaan” inilah yang menjadi analisis saat ini, apakah sudah terintegrasi dengan keharmonian keluarga yang diaktualisasikan oleh  Nabi Ibrahim kepada anaknya Nabi Ismail Alaihissalam,” ujarnya.

Menurut Khatib, hari raya tidaklah berarti apa-apa bagi yang tidak mampu melakukan reformulasi, merubah perilaku menjadi lebih baik.

Berbagai sikap telah ditampilkan dalam kehidupan ini.  Ada yang Ketaqwaannya meningkat dan ada pula sebaliknya ketaqwaannya menurun (ziid wayankus) disebabkan berbagai daya tarik keduniaan.

“Sebuah fenomena yang amat sukar dihindari oleh semua kita,” kata Yusnar, seperti dilansir Kemenag.

Pada perayaan Idul Adha 1439 H/2018 ini, Masjid Istiqlal menyembelih sebanyak 26 sapi dan 17 kambing yang siap dibagikan kepada panti-panti asuhan dan anak yatim  se Jabodetabek.

Sementara bantuan sapi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin diserahkan Kepala Birio Umum Setjen Kemenag Syafrizal pada Selasa (21/08) kepada Panitia Qurban Masjid Istiqlal. Sapi Qurban dari Menteri Agama yang diserahkan kepada panitia qurban memiliki berat sekitar 800 Kg. (Vina) 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here