Waketum MUI: Siti Khadijah Investor Pertama Nabi

72
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud.

Muslim Obsession – Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Marsudi Syuhud, mengungkapkan bahwa Islam sejak lama menaruh perhatian kepada posisi perempuan sebagai entrepreneur. Dia menyampaikan, investor Nabi Muhammad saat usianya baru 12 tahun adalah Siti Khadijah.

Kala itu kondisi perekonomian Siti Khadijah kaya raya lebih dulu sehingga menanamkan investasinya pada Rosulullah SAW.

Investasi itu kemudian Nabi kembalikan saat usianya mencapai 17 tahun. Hasil usahanya itu, kemudian dia gunakan untuk meminang Siti Khadijah dengan 20 ekor unta.

Praktis, kisah keberhasilan usaha Nabi Muhammad sangat dipengaruhi oleh muslimah entrepreneur bernama Siti Khadijah.

“Sebagaimana dikatakan dalam hadits, rizki yang paling baik adalah yang didapatkan dari hasil tangan sendiri. Masih banyak sekali kisah lain. Pengusaha yang jujur akan selalu berada di dekat para nabi, ” ujarnya saat membuka Workshop Muslimah Entrepreneur Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI secara virtual, Senin (30/8).

Dia menyampaikan, sebagai negara mayoritas Muslim, peran Muslimah di Indonesia sangatlah penting. Kata Pengasuh Ponpes Ekonomi Darul Uchwah ini Muslimah Indonesia dapat berperan strategis untuk mendorong naiknya persentase entrepreneur di Indonesia.

Dalam pandangan Kiai Marsudi Suhud, posisi muslimah sebagai ibu akan mengajarkan kepada anaknya melalui contoh nyata dan melahirkan entrepreneur yang lain.

Lebih lanjut Kiai Marsudi mengungkapkan bahwa negara yang kuat adalah negara yang memiliki enterpreneur yang kuat pula. Ia kemudian mencontohkan beberapa negara yang memiliki jumlah enterpreneur lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Beberapa negara itu, disebutkan Kiai Marsudi Suhud: Amerika Serikat dengan jumlah enterpreneur 11 persen dari jumlah penduduk, Singapura 7 persen dan Malaysia 6 persen.

“Sementara Indonesia masih 3,6 persen. Itulah sesungguhnya ladang untuk dakwah entrepreneur di Indonesia. Masih terbuka sekali untuk menjadi entreprenur. Mudah-mudahan kita tidak berhenti di 3,6 persen, kalau bisa menyalip Malaysia, Singapura, bahkan di atas Amerika,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Allah SWT berulangkali mengatakan perintah mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat.

Kiai Marsudi menafsirkan bahwa perintah mengeluarkan zakat seperti disetarakan dengan sholat. Perintah itu lebih dipilih Allah daripada meminta zakat.

Artinya, diulas Kiai Marsudi, umat Islam harus menjadi umat yang mengeluarkan zakat salah satunya melalui jalur entrepeneur.

“Kalau bisa, nanti ada muslimah yang bisa membayar zakat paling besar sekaligus membayar pajak paling besar juga. Itu menggambarkan alangkah baiknya usaha ini. Itu salah satu cara Dakwah entrepeneur, untuk mengembangkan ekonomi secara kreatif dan adaptif,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here