Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Puasa Rajab

171
Ustadz Adi Hidayat. Foto Istimewa.
Ustadz Adi Hidayat. Foto Istimewa.

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam kalender Islam, saat ini sudah masuk bulan Rajab. Dalam bulan ini ada peristiwa penting yang harus diingat bagi umat Islam, yakni peristiwa perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsa, kemudian langsung ke Sidratulmuntaha yang terjadi pada malam 27 Rajab.

Karena begitu sakralnya peristiwa sepiritual itu, maka umat Islam selalu merayakan bulan Rajab dengan berbagai kegiatan positif, seperti pengajian, selametan dan sebagainya. Kalau di Jawa umunya orang menyebut Rajaban. Namun ada juga yang menganjurkan puasa sunah Rajab.

Lantas bagaimana hukumnya?

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan jika tidak ada puasa khusus yang dilakuan dibulan Rajab. Namun jika umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan hal positif di bulan Rajab. Termasuk meningkatkan puasa sunah. Semisal puasa Senin Kamis, puasa Nabi Daud dan puasa sunnah lainnya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, tentang puasa di bulan Rajab disebutkan di dalam hadits Muslim pada nomor hadits 1960.

Hadits ini riwayat Sayyidah ‘Aisyah, dikuatkan keterangan Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad Saw, sering meningkatkan puasa di bulan hurum termasuk bulan Rajab.

“Saya terkadang sering meilihat Nabi Muhammad Saw sering puasa, seakan-akan nggak buka. Tapi juga sering melihat beliau buka seakan-akan tidak puasa,” kata Ustadz Adi Hidayat mengutip hadits dari Sayyidah ‘Aisyah dan Ibnu Abbas RA.

“Maksudnya apa? Kalau kemudian anda ingin meningkatkan puasa di bulan hurum seperti Rajab itu boleh-boleh saja,” kata Ustadz Adi HIdayat.

“Walaupun tidak ada kekhususan mengkhususkan puasa di satu bulan saja. Tapi kalau ingin meningkatkan puasa, silakan,” lanjut Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat menegaskan, puasa di bulan Rajab hukumnya Sunnah.

“Mau Senin puasa, silakan, mau Kamis puasa, silakan. Pengen puasa Senin Kamis, silakan,” katanya.

“Puasa Nabi Daud, puasa Ayyamul Bidh, silakan. Atau pengen puasa beruntut, Senin puasa, Selasa puasa, Rabu puasa, Kamis tidak, boleh,. Apa dalilnya? tadi, karena puasa di bulan hurum dianjurkan” kata Ustadz Adi Hidayat.

Dalam video ini, ustadz Adi Hidayat juga mengatakan jika banyak dalil terkait puasa Rajab yang salah.

Semisal pernyataan tentang puasa sehari dalam bulan Rajab memiliki jumlah pahala tertentu, adanya surga yang terdapat sungai Rajab, juga janji dimasukkan surga dibebaskan dari neraka. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here