Ustadz Adi Hidayat Diam-Diam Riset Obat Corona Berdasar Hadits Nabi

5923
Ustadz Adi Hidayat.

Jakarta, Muslim Obsession – Ustadz Adi Hidayat atau akrab disapa UAH secara diam-diam mengamati dan melakukan riset atau penelitian yang mendalam terkait virus corona. Dia percaya betul setiap penyakit itu ada obatnya, dan Islam berdasarkan petunjuk Al-Quran dan Hadits Nabi telah banyak menunjukan tentang sulusi tatkala menghadapi musibah sakit.

Terkait dengan corona, virus yang melanda seluruh belahan dunia ini, UAH menyatakan, yang pertama perlu ditekankan adalah sikap optimisme dalam diri bahwa sakit itu ada obatnya, dan Allah SWT Maha Menyembuhkan. Ia menyebut banyak ayat Al-Quran yang mengajarkan kepada manusia untuk bersikap optimis.

“Jadi sikap apa yang pertama perlu dibangun dalam menghadapi corona ini, yakni sepiritualnya, banyak dzikir dan bersikap optimis, seperti dzikirnya Nabi Ibrahim kalau saya sakit pasti disembuhkan. Itu indah sekali,” ujar UAH dalam tayangan video di youtobe yang dikutip Muslim Obsession, Kamis (17/9).

“Kalau anda sakit itu, yang harus diajarkan adalah sikap optimisme, yakin bahwa Allah tidak akan menguji kaum melebihi kemampuannya,” tambahnya.

UAH menyayangkan selama ini opini atau berita yang dibangun tentang virus corona ini 99 persen adalah berita negatif, berita yang menyebar rasa ketakutan di masyarakat. Yang membuat banyak orang menjadi pesimis. Bukan hanya berita di Indonesia, di luar negeri pun sama.

Mestinya kata UAH, berita yang ditampilkan dipublik adalah rasa optimisme, mengajak orang untuk bersikap optimis dalam menghadapi musibah. Dikuatkan bukan dilemahkan. Ustadz Adi pun sudah mengamati perkembangan isu-isu corona jauh-jauh hari, dan bagaimana sikap para negara dalam menangani virus corona ini.

Misalnya bagaimana China menghadapi virus ini. Dalam buku laporan yang ia terima, UAH sudah membaca bagaimana upaya China menyelesaikan wabah virus corona ini dengan baik. Yang patut diapresiasi, China justru mengadopsi cara-cara yang dilakukan Nabi dalam konteks hubungan muamalah.

“Yang saya baca dari laporan itu, China lebih siap, dia kumpulkan semua para ahli medis dan herbal untuk bersatu menyelesaikan persoalan ini. Jadi dikumpulkan semua,” kata UAH.

China kata UAH, berusaha untuk memetakan apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi corona, dari kesiapan, Nakes, rumah sakit, kesiapan ekonomi, alat kesehatan, APD, sampai puncaknya vaksin. Menurut UAH cara itu berhasil, China lebih siap, dan bahkan sudah bisa membantu negara lain.

Dari semua itu yang menarik, UAH menemukan hadits Nabi berkaitan dengan herbal yang gejalanya bisa digunakan untuk obat corona. Karena ciri dan gejalanya sama. Namun belum banyak yang merespons herbal itu, kecuali di dua tempat yang UAH tidak menyebutkan secara sepesifik.

UAH kemudian mencoba membeli obat herbal itu melalui stafnya, yang ada di daerah Himalaya. Anehnya obat itu kata UAH harus transit dulu ke China. Dan ketika sampai di Indonesia kata UAH, alamat pengirim tertulis dari Wuhan.

“Saya sudah minta kepada dokter untuk menguji herbal ini. Kalau ada manfaatnya silakan ambil untuk kepentingan negara, saya tidak akan mengambil keuntungannya,” jelasnya.

UAH memang tidak menyampaikan secara sepesifik apa bunyi hadits Nabi itu. Tapi dia menyebut ada sebuah hadits tentang pemyembuhan secara herbal, dan itu sudah ada yang melakukan di dua tempat. Obat herbal itu sudah ia pesan, dan dia minta para dokter untuk melakukan uji klinis.

“Jika ini terbukti bisa menyembukan virus corona, saya hanya minta tolong sebutkan refefrensinya bahwa ini berasal dari Hadits Nabi,” jelasnya (Albar)

 

 

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here