Ustadz Adi Hidayat Bantah Wali Songo Keturunan Tionghoa

285
Ustadz Adi Hidayat
Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA.

Muslim Obsession – Belakangan ini ramai di media sosial soal pernyataan yang menyebut bahwa Sembilan Wali atau Wali Songo merupakan keturunan Tionghoa.

Di salah satu kajian, hal ini dibantah oleh Ustadz Adi Hidayat. Melalui cuplikan video ceramahnya di Youtube, dia menjelaskan secara rinci dan singkat perjalanan Islam masuk ke Nusantara.

Berikut penjelasan Ustadz Adi Hidayat:

Islam itu sesungguhnya masuk ke Nusantara dalam fase yang sangat awal. Bahkan di pelajaran-pelajaran sekolah termasuk anak-anak SD sampai SMP disebutkan abad ke-14.

Ada yang menyebut pada abad ke-13 dengan teori-teori yang ada dari hujarat, padahal itu bersamaan di abad ke-7.

Di awal masa islam, bahkan pernah tercatat dalam sejarah Saad bin Abi Waqas, itu dalam satu ekspedisi pernah ikut sampai ke kota Baros 414 Km dari kota Medan, jadi dari awal abad ke-7 sudah masuk. Ini sudah bersamaan, dan tidak benar agama pertama di nusantara itu Hindu.

Kemudian Islam datang, itu bersamaan, baik Hindu ataupun Islam itu sudah bersamaan, ada dalam dakwah dan sudah disebarkan, dan yang datang bukan hanya pedagang dari Arab.

Sementara orang-orang Arab yang datang itu, baik dari Yaman dan sebagainya, dibekali untuk misi dakwah yang dipetakan daerahnya. Mereka berdagang sambil menyebarkan nilai-nilai keislaman.

Sampai puncaknya berdirilah kemudian kesultanan-kesultanan, kerajaan-kerajaan islam di nusantara dari mulai Sabang sampai dengan Merauke, dari Sumatera sampai ke ujung bagian timurnya.

Bahkan di timur ini, ada kerajaan yang terkenal dengan kerajaan-kerajaan Islam, dalam bahasa arab kerajaan disebut dengan rajanya malik, kerajaannya muluk, dalam bahasa orang lokal disebut Maluku.

Ya Maluku itu asalnya dari bahasa arab yang ada di kerajaan-kerajaan Islam, karena disitu ada ternate, tidore, bacan, ambon, dan macam-macam termasuk sampai ke Papua.

Nah, kemudian di masa-masa di abad ke-13 itu bukan awal masuknya Islam, tapi penguatan nilai-nilai keislamannya. Jadi, orang tua dulu merintis membawa Islam, kemudian ulama setelahnya mengajarkan nilai-nilai keislaman yang benar.

Mulai dari bagaimana caranya shalat dengan baik, bagaimana bertauhid, karena pada
waktu itu masih diperkenalkan, kan ada orang yang kenal Islam tapi belum bisa shalat dengan baik, saking hafal Al-Fatihah cepatnya luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here