Ustadz Abdul Somad: Jadilah Generasi Millennial yang Shalih

112
Ustadz Abdul Somad (UAS).

Jakarta, Muslim Obsession – Dai kondang asal Riau, Ustadz Abdul Somad (UAS), mengajak anak-anak muda untuk menjadi generasi millennial yang shalih. Generasi shalih inilah nantinya yang diharapkan muncul sebagai pemimpin-pemimpin Indonesia di masa mendatang.

UAS menuturkan, setidaknya ada tiga syarat menjadi generasi millennial yang shalih. Pertama, memiliki akidah kuat. Dengan memiliki akidah yang kuat, ia akan mampu menolak setiap ada ajakan berbuat maksiat.

“Tidak ada Tuhan selain Allah. Tertanam di jiwa dan terpancar dari seluruh anggota tubuh. Tiada menuhankan jabatan, pekerjaan, harta. Sebab di alam kubur yang ditanya bukan golongan pangkat, tapi iman kepada Allah,” kata UAS di hadapan ribuan jamaah yang memadati Masjid Jami’ Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Kedua, istiqamah dalam keadaan apapun. Baik saat lapang maupun sulit bahagia, anak muda harus selalu istiqamah dengan ingat Allah dan bersyukur kepada-Nya. Ia senantiasa berdzikir sebagai rasa syukur dan berusaha dekat dengan Allah (taqarrub).

“Maka ketika sedih, merasa menderita, atau mendapat godaan, tetap istiqamah dengan mengingat Allah untuk selalu meminta pertolongan. Dzikir semakin kuat karena sudah terbiasa berzikir. Kalua sudah begini, ia akan mampu mengatakan tidak ketika diajak maksiat,” sambungnya.

Ketiga, memiliki akhlakul karimah. Berakhlak baik kepada orang tua dan guru itu biasa. Menjadi luar biasa ketika ia senantiasa berakhlak baik dengan orang lain, baik yang seiman maupun yang beda agama.

Bahkan berakhlak pada hewan dan tumbuhan, kepada sungai, tanah, dan alam semesta. Seorang anak muda seperti ini akan mampu mengatakan tidak bila diajak maksiat karena memiliki akhlakul karimah.

Untuk menerapkan tiga syarat di atas, jelas UAS, dibutuhkan sinergitas antara keluarga (orangtua), lembaga pendidikan, dan pemerintah.

“Tiga lembaga ini harus melakukan pembinaan kepada generasi muda, mencegah mereka dari pergaulan bebas, narkoba, kriminalitas, dan kemaksiatan yang lain. Sebab generasi yang kuat akan membentuk pemimpin-pemimpin hebat untuk bangsa dan negara,” tutur UAS.

Pada kesempatan itu UAS juga mengingatkan jamaah untuk mengawasi pembinaan generasi millennial tersebut. Ini penting dilakukan agar generasi ini dijauhkan dari tiga jenis manusia.

“Apa itu? Fasik. Ia bersyahadat, Islam tapi tak mau ibadah. Munafik. Ia bersyahadat, tapi tak suka pada ajaran Islam. Dan murtad. Ia bersyahadat, lalu keluar dari keimanan,” ujar UAS.

Di ujung taushiyahnya UAS mengajak jamaah untuk mengisi waktu kosong dengan banyak berdzikir, membaca Al-Quran, dan melakukan yang sunnah.

“Jangan membuang waktu. Sebab mati bisa kapan pun. Agar kita siap saat sakaratul maut, mampu mengucap syahadat karena terbiasa mengucap nama Allah,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here