Universitas Ternama di Selandia Baru Buka Beasiswa untuk Muslim

82

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Asosiasi Muslim Waikato, Asad Mohsin mengungkapkan hubungan antar umat beragama di Selandia Baru kini sudah semakin membaik, khususnya pasca insiden penembakan jamaah Masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019.

Saat kejadian itu, umat Islam merasa nasib dan haknya terancam. Mereka takut kejadian itu akan terulang kembali. Namun belakangan kondisinya sudah semakin membaik. Islam justru semakin diterima di sana. Hal ini ditandai dengan penerimaan beasiswa untuk umat Islam di Universitas Waikato di Selandia Baru.

“Ada perasaan bahwa pengorbanan 51 Muslim itu jangan jadi sia-sia. Tantangan kami adalah menggali hal-hal baik yang bisa dilakukan setelah peristiwa mengerikan itu,” kata Mohsin dilansir dari Stuff pada Rabu (26/8).

Rencananya, Universitas Waikato akan menganugerahkan beasiswa senilai $30 ribu atau setara per tahunnya yang dibagi untuk empat mahasiswa Muslim yang menempuh studi disana. Mohsin memandang inilah hikmah insiden Christchurch di mana makin banyak yang peduli pada Muslim.

“Pada Jumat ini, wakil Rektor universitas Waikato (Neil Quigley) akan mengunjungi Masjid kami untuk menandatangi nota kesepakatan,” ujar Mohsin.

Kabar baik bagi Muslim ini berdekatan jelang vonis bagi pelaku insiden Christchurch. Mohsin meminta Muslim tak terjebak pada kebencian. Masjid di Waikato pun mengadakan ibadah sebagaimana normal tanpa perubahan jelang vonis pelaku.

“Ibadah kami lakukan normal saja. Tidak ada perubahan. Kami tak ingin terjebak dalam kebencian,” ucap Mohsin. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here