UNICEF: 10 Juta Anak Terpapar Kabut Asap Karhutla

248
Pelajar terkena kabut asap (Foto: Republlika)

Jakarta, Muslim Obsession – United Nation Childrens Fund (UNICEF) mengatakan sebanyak 10 juta anak berusia 18 tahun terpapar resiko polusi udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.

UNICEF juga memperkirakan ada 2,4 juta balita di Kalimantan dan Sumatra yang terdampak kabut asap sejak Juli 2019.

“Anak-anak berusia muda secara khusus rentan terhadap polusi udara karena mereka bernapas lebih cepat, sementara kekuatan fisik dan daya tahan tubuhnya belum sempurna,” ujar perwakilan UNICEF Debora Comini, melalui siaran pers, Senin (24/9/2019).

Selain itu, UNICEF juga memperingatkan kabut asap bisa berdampak pada bayi di dalam kandungan.

Riset menunjukkan bahwa bayi yang terpapar polusi tingkat tinggi selama kehamilan beresiko lebih besar mengalami gangguan pertumbuhan di dalam rahim, berat badan lahir rendah, dan bayi lahir prematur.

UNICEF juga menyoroti dampak kabut asap terhadap sekolah-sekolah yang terpaksa harus diliburkan sehingga menghambat kesempatan belajar anak.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kualitas udara yang buruk saat ini berdampak pada lebih dari 46.000 sekolah atau lebih dari 7,8 juta murid.

Comini mengatakan keluarga dan anak-anak harus mendapatkan informasi yang akurat terkait kabut asap agar dapat membantu mereka melindungi diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here