Ulama Palestina Sebut Sepertiga Al-Quran Bicara Tentang Al-Aqsha

66
Masjidil Aqsha

Sabang, Muslim Obsession – Ulama Palestina Syaikh Nasher Abdallah menyatakan, sepertiga ayat Al-Quran berbicara tentang Al-Aqsha.

Hal tersebut Abdallah sampaikan pada acara temu silaturrahim dengan masyarakat Kota Sabang, di Aula kantor Wali Kota Sabang, Aceh, Sabtu, (18/5).

“Saudaraku, perlu diketahui bahwa sepertiga ayat Al-Quran, baik langsung maupun tidak langsung berbicara tentang Al-Aqsha. Coba kita lihat dalam Surat Al-Baqarah, ada sekitar 100 lebih ayat-ayat yang berkaitan dengan Al-Aqsha. Surat Ali Imran, terdapat sekitar 200 ayat. Siapa Ali Imran itu? Ali Imran itu adalah lelaki salih yang memiliki istri dan anak yang salihah. Di mana tempat mereka tinggal? Mereka tinggal di Al-Aqsha,” ujarnya.

“Dalam Surat Al-Maidah, ada kisah yang Allah abadikan, yakni tentang Al-Maidah atau hidangan. Kepada siapa hidangan itu Allah turunkan? Kepada ibunda Maryam, tempatnya di Al-Aqsha. Begitu juga dalam surat An-Naml, Al-Isra, Al-Qashas, At-Tin semuanya berbicara tentang Al-Aqsha,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, Al-Aqsha merupakan sumber peradaban umat manusia.

“Al-Aqsha itu sumber peradaban umat manusia, karena dalam Al-Quran, seluruh Nabi dan Rasul dari zaman ke zaman, berasal dan lahir, tinggal atau pernah berkunjung ke Al-Aqsha, sehingga pergantian zaman dan peradaban bersama para Nabi dan Rasul tersebut, Allah pergilirkan di Al-Aqsha,” ujarnya seperti dikutip dari situs berita Mina, Ahad (19/5).

Abdallah menyatakan bahwa dalam kajiannya selama 15 tahun terhadap Al-Quran, ia menemukan ada sekitar 50 lebih tema-tema besar tentang Al-Aqsha.

“Satu tema di antara 50 tema yang ada, butuh waktu yang panjang untuk mengkaji dan mendalaminya,” katanya.

Salah satu contoh, menurutnya, kata-kata “Al-Qatlu“, maka kita akan menemukan 120 kali Allah menyebutkan kata-kata ini dalam Al-Quran.

Akan tetapi, ketika Allah sifatkan kata-kata Al-Qatlu tadi kepada kaum Mukminin, maka Allah menisbahkannya (mensifatinya) dengan kalimat muqatil yang berarti mujahid, pembela, karena pada dasarnya ketika kaum Mukminin berperang atau membunuh itu pada dasarnya mereka sedang mempertahankan atau membela Agama Islam.

Sedangkan, tentang orang-orang Bani Israil ada 60 ayat, Allah katakan bahwa mereka itu memiliki karakter, sifat pembunuh dan memang hobinya membunuh, baik kepada para nabi atau bahkan terhadap sesama Bani Israil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here