UEA Menjadi Destinasi Favorit Wisatawan Muslim

863
Uni Emirat Arab (Photo: Abudabhu)

Jakarta, Muslim Obsession – Sejumlah ahli di Arabian Travel Market (ATM 2018) mengatakan bahwa pariwisata halal telah berevolusi dari segmen yang sangat tersudut menjadi salah satu segmen pariwisata yang tumbuh paling cepat.

Uni Emirat Arab (UEA) tetap menjadi tujuan populer bagi wisatawan Muslim dari seluruh dunia, karena kekayaannya yang luar biasa.

Marwan bin Jassim As-Sarkal, CEO Shurooq menilai pariwisata halal sebagai cara pariwisata yang masuk akal dan relevan.

“Di sini di UEA, kami belum mencap diri sebagai tujuan pariwisata halal, tetapi kami telah aktif mempraktekkannya sejak tahun 1980-an. Sharjah memposisikan diri sebagai negara dengan tempat-tempat wisata. Di mana para pelancong akan merasa nyaman membawa keluarga mereka,” ujarnya, sebagaimana dilansir Khaleej Times, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, peluang pada segmen halal hari ini luar biasa. Jumlah pelancong di sektor halal telah meningkat dari tahun ke tahun. Baginya, ini kesempatan untuk mempromosikan UEA lebih jauh sebagai tujuan wisata halal.

Pasar perjalanan online Wego ‘Mena Traveler Destination Leaderboards’ mengungkapkan bahwa Mesir mempertahankan peringkat pertama pada kuartal pertama 2018. Sebagai tujuan paling populer untuk wisatawan dari seluruh wilayah Mena.

Sementara Arab Saudi mempertahankan peringkat kedua. India dengan kuat memposisikan diri di posisi ketiga, diikuti oleh Turki di nomor 4, sementara UEA turun dari posisi ketiga menjadi kelima.

Terlepas dari penurunan secara keseluruhan, para ahli di Wego mencatat bahwa Dubai tetap menjadi tujuan populer bagi para pelancong Mena.

Di sisi lain, pasar jalanan yang ramai, akses mudah untuk makanan halal, jangka waktu penerbangan pendek dan keakraban budaya adalah alasan mengapa Turki tetap secara konsisten populer sebagai tujuan dengan wisatawan Mena.

Amman, Yordania, muncul sebagai pemenang terbesar di antara kota-kota Timur Tengah dengan lonjakan pengunjung pada tahun 2018. Kemungkinan disebabkan oleh peluncuran jejak Jordan baru dan inisiatif peningkatan pariwisata baru lainnya.

“Kami telah melihat bahwa di Eropa, dan negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Indonesia, telah fokus dan konsisten dalam menawarkan berbagai opsi pariwisata halal,” ujar Mamoun Hmedan, Managing Director di Wego Timur Tengah dan India.

Dia memaparkan sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa pengeluaran total dari wisatawan milenium Muslim saja bisa mencapai lebih dari $ 100 miliar pada tahun 2025.

Oleh karena itu, penting bagi merek perjalanan untuk memahami jiwa milenium yang muda dan kaya teknologi ini. Di mana orang-orang suka berpetualang sambil tetap mematuhi keyakinan agamanya.

Demikian pula, survei terbaru dari Sociable Earth tentang pariwisata halal menemukan bahwa vendor perhotelan, terutama yang berada di negara-negara non-Muslim, dapat berbuat lebih banyak untuk menarik wisatawan Muslim.

Menurut survei, responden mengatakan negara-negara non-Muslim harus meningkatkan berbagai makanan halal di hotel, daftar masjid terdekat dan restoran halal. Serta menawarkan vila dengan kolam renang pribadi untuk menarik lebih banyak tamu Muslim.

Karena, lebih dari 78 persen responden dalam survei memilih tujuan liburan mereka yang cocok untuk keluarga, dengan hanya 1,5 persen yang menyerahkan keputusan semata-mata kepada anak-anak mereka.

Sebanyak 39,5 persen responden memilih tempat wisata yang memiliki akses makanan halal. Sedangkan 32,8 persen memilih tempat wisata yang dekat dengan masjid. Sementara 22 persen menyukai tempat wisata yang mampu menyediakan kegiatan ramah keluarga.

Omar Ahmed, pendiri dan CEO Earth Sociable, mengatakan angka-angka ini menunjukkan permintaan untuk liburan yang berfokus pada keluarga, liburan down to earth, yang menawarkan nilai dan fasilitas rumah yang penting.

“Di Timur Tengah, kami melihat preferensi ini dipenuhi hotel-hotel dari semua peringkat bintang,” ujarnya.

Survei juga menemukan hampir 30 persen suara sepakat bahwa Dubai adalah tujuan liburan paling aspiratif. Diikuti oleh Turki sebesar 16 persen, Maladewa sebesar 12 persen, Malaysia sebesar 9 persen dan Mauritius sebesar 6 persen. Singapura, Australia, Selandia Baru dan Inggris masing-masing mendapat skor 5,6 persen, dengan AS pada 5,5 persen. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here