UAS Haramkan Catur, PB Percasi Gusar

386
Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad.

Jakarta, Muslim Obsession – Pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) bahwa bermain catur hukumnya haram, membuat Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) gusar. Mereka menilai pernyataan UAS itu tidak tepat.

“UAS salah kaprah terkait hukum mengharamkan olahraga catur,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem, seperti dikutip dari Suara, Jumat (22/11/2019).

Liem mengatakan, catur yang dimaksudkan UAS berbeda dengan olahraga catur profesional yang selama ini diwadahi Percasi. Menurutnya, Percasi memiliki waktu dan metode latihan yang jelas bagi para atlet Pelatnas catur, sehingga tudingan yang menyebut catur membuang-buang waktu kurang tepat.

“Ustadz Abdul Somad mungkin tidak tahu situasi. Dia pikir hanya yang di kampung-kampung yang main hingga lupa waktu,” lanjutnya.

Liem menjelaskan, para atlit catur di Percasi minimal latihan satu hari itu enam jam. Dengan dibagi dua sesi, dan lebih banyak membahas strategi, bukan main catur.

“Main itu saat jelang pertandingan, agar pola dan irama berpikirnya cocok dengan nomor yang dipertandingkan,” sambungnya.

Menurutnya, bahasan mengenai haramnya catur sudah tak relevan untuk dibahas. Ia menilai lebih baik membahas soal peningkatan prestasi catur itu sendiri. Apalagi negara-negara lain yang sempat mengharamkan catur pun telah berpikir lebih terbuka dan mencoba lebih maju.

Liem memberikan contoh Iran yang pernah mengharamkan catur. Di Iran saat ini catur justru tengah booming. Bukan hanya sponsor banyak, tapi pecatur-pecatur mudanya tumbuh luar biasa di sana.

Di sisi lain, Liem menyebut catur juga memiliki banyak manfaat khususnya bagi perkembangan otak anak. Permainan catur disebutnya sangat baik untuk melatih kepintaran seseorang.

“Dengan main catur, bermain bagus, pemikirannya semakin sistematis. Mana yang harus didahulukan ada saat kita mengalah dulu untuk menang. Anak yang sering main catur, pelajaran di sekolah itu cerdas-cerdas, terutama matematika,” jelasnya.

Pernyataan UAS ini diungkapkan saat mengisi ceramah agama, seperti tampak dalam video yang diunggah akun YouTube Teman Ngaji pada 26 Juli 2017 dengan judul “Hukum Main Domino dan Catur-Ustadz Abdul Somad Lc MA”.

Dalam video tersebut, UAS menyebut olahraga catur menjadi haram lantaran disinyalir dapat melalaikan salat dan menghilangkan waktu berhari-hari.

Saat itu UAS mendapat pertanyaan seorang jamaah tentang boleh tidak main domino untuk mengisi waktu luang, biasanya 17 Agustus.

Tak lama, UAS berkelakar, “Ini rekaman berbahaya”. Ia pun memberikan jawaban dengan merujuk pada Mazhab Hanafi.

“Mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, alasannya dua yakni pertama melalaikan sholat dan yang kedua menghilangkan waktu berhari-hari,” terang UAS.

UAS lalu mengatakan, bila dirinya tidak setuju catur dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga lantaran membuang waktu.

“Bahwa ketua persatuan catur marah pada saya, terserahlah tapi saya tidak setuju. Habiskan waktu itu, banyak yang perlu kita pikirkan. Bagaimana politik, bagaimana anak. Ini yang kita pikirkan cem mana pion-pion ini bisa selamat,” imbuhnya.

Pun bila catur diklaim bisa meningkatkan ketangkasan, UAS menyebut masih ada olahraga lainnya yang bertujuan sama.

Ia pun menegaskan sepakat dengan Mazhab Hanafi yang mengharamkan permainan domino dan catur, setelah melihat titik persamaannya.

“Dadu dan catur sifatnya permainan, menetapkan sesuatu yang belum ada hukumnya kepada sesuatu yang ada hukumnya dengan melihat titik persamaan antara keduanya,” pungkas UAS. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here