Tips Sukses Raih Beasiswa Santri Berprestasi

1135
PBSB 2018 akan segera dibuka oleh Kemenag (Photo: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Masa pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2018 segera dibuka. Kepala Subdit Pendidikan Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren), Basnang Said mengingatkan pentingnya santri memantapkan pilihannya pada jurusan yang diminati dan sesuai dengan kemampuannya.

“Kita mengevaluasi beberapa kegagalan mahasiswa PBSB sebelumnya. Tidak sedikit mahasiswa yang mengundurkan diri dari PBSB setelah merasa tidak mampu mengikuti perkuliahan,” terang Basnang di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Setelah dikonfirmasi, banyak diantara mereka yang mengaku memilih jurusan bukan berdasarkan minat dan kemampuannya. Alasannya bervariasi, ada yang diarahkan oleh pihak pesantren, ada yang ikut-ikutan, bahkan ada pula yang belum memahami jurusan-jurusan yang disediakan.

“Santri yang akan mendaftar PBSB diminta memahami secara betul jurusan-jurusan yang disediakan serta perguruan tinggi yang menyelenggarakan. Selain itu santri diminta mengukur kemampuannya pada jurusan yang akan dipilih,” tambah Basnang.

Apabila santri sudah menentukan jurusan yang sesuai minat dan kemampuannya, lebih lanjut Basnang memberikan tips sukses dalam meraih beasiswa PBSB.

Pertama, pahami dan lengkapi persyaratan administrasi. Santri diminta untuk membaca dan memahami dahulu persyaratannya. Kemudian persyaratan administrasi diisi dengan selengkap-lengkapnya.

“Sebagai catatan, pada pilihan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, santri yang mendaftar diharuskan menguasai hafalan Al-Quran sebanyak 10 juz. Tes hafalan Al-Quran tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan jadwal seleksi tes Computer Based Test (CBT),” tutur Basnang, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (6/3/2018).

Kedua, berkoordinasi dengan pesantren. Santri diminta berkoordinasi dengan pesantrennya untuk membuat akun pondok pesantren dan akun santri. Form juga akan memuat profil pesantren dan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

Ketiga, daftar lebih awal. Santri dianjurkan mendaftar lebih awal. Hal ini untuk menghindari terjadinya respon yang lambat dari server pendaftaran. Selain itu, supaya Tim IT dapat merespon secara cepat ketika terjadi problem dalam pendaftaran.

Keempat, finalisasi pendaftaran. Periksa kembali isian formulir pendaftaran. Pastikan kembali data yang dimasukkan serta jurusan yang dipilih sudah benar sebelum menekan finalisasi. Ketika sudah difinalisasi, maka data dan isian tidak dapat dirubah kembali.

Kelima, pilih lokasi yang terjangkau. Tentukan pilihan lokasi seleksi yang terjangkau. Pilihan lokasi seleksi tersedia saat pendaftaran online.

“Sebagai catatan, pada pilihan kampus UNAIR Surabaya, santri diharuskan mengikuti seleksi hanya di kampus UNAIR Surabaya, transportasi dan akomodasi ditanggung santri peserta seleksi,” tegas Basnang.

Keenam, persiapkan mengikuti seleksi. Santri diminta mempersiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi. Sesuaikan jadwal belajar di pesantren dengan jadwal seleksi yang telah ditentukan.

Ketujuh, bila lulus, Basnang mengimbau para santri tidak mengundurkan diri.

“Apabila santri dinyatakan lulus saat pengumuman kelulusan, maka santri diharuskan mengikuti perkuliahan sesuai kalender akademik perguruan tinggi yang ditentukan. Santri tidak diperkenankan untuk mengundurkan diri baik sebelum perkuliahan atau saat di tengah masa perkuliahan,” tandasnya.

Pembukaan PBSB ini rencananya akan dirilis Menag Lukman Hakim Saifuddin pada akhir Maret di UGM Yogyakarta. Ada 13 daftar perguruan tinggi dan sejumlah jurusan yang disediakan dalam PBSB 2018. Di antaranya ialah IPB, UGM, UIN, ITS, UNAIR dan UPI. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here