Tips Bagi Orangtua Atasi Anak yang Suka Marah

333
Ilustrasi: Anak marah. (Foto: flippedclass)

Jakarta, Muslim Obsession – Setiap anak punya karakter masing-masing. Kadang kala, ada anak yang suka meluapkan emosi yang tak terkontrol atau gampang marah. Namun ada juga yang lemah lembut dan cenderung pendiam.

Jika ada anak yang memiliki karakter seperti itu tak perlu disikapi dengan berlebihan. Khususnya bagi anak yang suka marah.

Sebab bagaimanapun juga, anak tetap harus mendapat pendampingan dan perhatian, terlebih jika menghadapi anak yang punya karakter suka marah.

Lantas bagaimana cara yang tepat bagi orangtua untuk menghadapi anak-anak dengan watak yang keras dan suka marah itu? Berikut 5 cara mengatasinya:

1. Beri dukungan secara emosi

Seringkali, yang dibutuhkan anak-anak hanyalah pelukan yang tulus dan perhatian orangtuanya. Ketika anak menunjukkan kemarahan, beritahu bahwa perilakunya tesebut tidaklah baik, tetapi tanpa harus menghilangkan kasih sayang padanya. Dan berikan pujian saat ia menunjukkan perilaku yang baik agar ia merasa termotivasi melakukan hal-hal yang baik.

2. Bantu anak menemukan pemicu kemarahannya

Bantu anak mengidentifikasi apa yang selama ini menjadi pemicu emosinya. Misalnya, ketika kamu melarang dirinya melakukan sesuatu yang ia sukai, atau saat kamu memperhatikan saudara kandungnya. Dengan begitu, kamu bisa meminimalkan faktor pemicu kemarahannya atau memberinya pengertian kenapa dia tidak boleh marah untuk hal tesebut.

3. Beri tahu secara halus marah adalah sesuatu hal yang tidak baik

Beri tahu dirinya bahwa semua orang pernah mengalami emosi seperti yang sedang rasakan saat itu. Tetapi, bukan berarti ia bisa mengekspresikannya dengan cara yang demikian.

Katakan juga bahwa setiap orang harus bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan atau katakan, misalnya saat ia merusak barang ketika sedang marah. Sehingga, ia perlu menahan untuk tidak mengekspresikan emosi negatifnya.

4. Bantu anak mengatasi masalahnya sendiri

Secara perlahan, bantu anak mengatasi masalah yang sedang dialaminya. Sebab, seiring bertambahnya usia anak, kamu juga tidak akan bisa memanipulasi dunia di sekitarnya. Pola asuh yang baik dapat melatih mereka untuk menangani apa pun yang mereka hadapi dengan kedewasaan dan bukannya emosi yang negatif.

5. Biasakan anak agar selalu berpikir sebelum bertindak

Ajarkan anak pentingnya berpikir terlebih dahulu sebelum merespons sesuatu. Hal ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit agar anak mampu memahaminya, karenanya diperlukan kesabaran dan konsistensi dari kamu sebagai orangtua. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here