Tingginya Angka Cerai dan KDRT Akibat Minimnya Pendidikan Pra Nikah

380
Menag - Balai Nikah
Menag Lukman meresmikan 20 Balai Nikah dan Manasik Haji di Lampung. (foto: boy/kemenag.go.id)

Lampung, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai, angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga yang terus meningkat antara lain disebabkan tidak adanya pendidikan yang diberikan kepada calon pengantin yang akan menikah.

“Bagaimana hak suami kepada istri, atau sebaliknya. Apa itu anak. Tidak ada yang memberikan pemahaman itu secara komprehensif,” ungkap Menag saat meresmikan tempat pendidikan pra nikah di Provinsi Lampung, Selasa (19/12/2017). Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti.

“Hanya orang tua yang berpendidikan yang baik, yang akan melahirkan anak yang baik,” sambungnya, seperti dilansir situs resmi Kementerian Agama.

Pada kesempatan itu Menag meresmikan 20 kantor Balai Nikah dan Manasij Haji di Provinsi Lampung yang nantinya akan difungsikan sebagai ruang pembelajaran bagi calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan yang biasa dikenal sebagai Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA).

Menurut Menag, Balai Nikah dan Manasik Haji pada KUA berperan strategis untuk meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan. Nilai strategis itu antara lain terletak pada keberadaan balai nikah sebagai tempat pendidikan pra-nikah.

Selain itu, kata Menag, Balai Nikah juga strategis sebagai tempat manasik haji. Di tempat ini, penjelasan tentang manasik haji hendaknya tidak berhenti pada tatacara, melainkan harus menjangkau substansi. Jadi, kegiatan amaliah memiliki ruh. Misalnya, harus ada penjelasan pengertian haji mabrur.

“Seperti yang dijelaskan oleh Rasul, mabrur itu ith’ammuth tha’am (memberi makan), atau dalam arti lain mabrur itu memiliki kepekaan sosial,” paparnya. “Kedua adalah menebarkan salam, yaitu menebarkan kedamaian,” lanjutnya.

Peresmian ini barengi Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kemenag Provinsi Lampung, mulai dari unsur Kepala KUA, Penghulu, serta Penyuluh. Tercatat tidak kurang 700 orang hadir dalam kesempatan ini.

Tampak hadir juga, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Rektor UIN Raden Intan Lampung Moh. Mukri, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Suhaili, Rektor IAIN Metro Lampung Enizar, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Afrizal Zen. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here