Tiap Tahun Datang ke Indonesia, Siapa Habib Umar bin Hafidz?

8041
Habib Umar bin Hafidz (Foto: M3Romu)

Jakarta, Muslim Obsession – Umat Muslim di Indonesia menyambut hangat kedatangan ulama kharismatik asal Yaman Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Ulama kelahiran 7 Mei 1963 tersebut dijadwalkan bakal hadir di Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC) pada Jumat (20/9/2019).

Untuk diketahui, Habib Umar adalah pendiri Pondok Pesantren Darul Mushtofa, Tarim, Hadramaut, Yaman merupakan ulama yang berdakwah keliling dunia. Setiap tahun, dia hadir ke Indonesia. Perhatiannya terhadap Indonesia sangat spesial. Banyak murid-muridnya yang berasal dari Indonesia yang menjadi tokoh dan ulama.

Baca Juga: Ayahnya Diculik Saat Shalat Jumat, Habib Umar Kecil Pulang Bawa ‘Syal’ Terakhir

Habib Umar datang ke Indonesia untuk pertama kali pada tahun 1994. Dia diutus oleh Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia, disebabkan sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al Habsyi seorang ulama dan tokoh asal Kota Solo/ Kota Surakarta, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.

Masa Kecil

Dia telah mampu menghafal Al-Quran pada usia yang sangat muda dan juga menghafal berbagai teks inti dalam fikih, hadits, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyak ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim.

Dia pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada dakwah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah Swt. Ayahnya begitu memperhatikan sang Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dzikir.

Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk shalat Jumat, ayahnya diculik oleh golongan komunis dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi.

Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang dakwah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum ia mati syahid.

Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan dakwah.

Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat di mana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al-Quran dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.

 

1 KOMENTAR

  1. Kunjungi Puka Kisah Awal Kisah Awal Mula Kedatang Al Habib Umar Bin Hafidz | Bermula ketika Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi menghadiri Maulid Akbar di Anisah, Seiwun tahun 1993, beliau bertemu dengan Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf (Jeddah) dan Habib Umar bin Hafidz yang kala itu menyertai mertuanya, Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar (Mufti Baidho).

    Pada pertemuan penuh berkah tersebut, Habib Anis berkata, “Aku ingin anak kita, Umar berkunjung ke Indonesia untuk mengingatkan sejarah Salaf kita dan apa yang mereka miliki. Aku ingin…..

    http://www.infosia.top/2019/09/kisah-awal-mula-kedatang-al-habib-umar.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here