Tangisan Sang Imam

141
Ilustrasi: Sang Imam.

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Kisah menarik dari seorang Imam besar. Apalah pangkat kita, yang ilmu agama cuma secuil, tapi tingkah kita sudah seperti seorang Mujtahid mutlak. Apa saja dibid’ahkan dan terkesan sombong. Padahal Allah baru memberi sedikit pemahaman tentang Ilmu.

Suat saat…

“Kami melihat Imam Ahmad sedang masuk pasar Baghdad, beliau membeli seikat kayu bakar, kemudian memikulnya di pundak .

Saat orang-orang sadar keberadaannya, mereka mulai meninggalkan dagangan dan toko-toko mereka. Orang yang tadinya berjalan, syahdan berhenti dan menyucap salam kepada beliau, seraya berkata: “Biar kami saja yg membawakan kayu itu”.

BACA JUGA: Catatan Kiamat, Peperangan dengan Mata Sipit yang Disalah-artikan

Saat itu terlihat tangan sang Imam gemetar. Muka beliau terlihat memerah lalu beliau menangis terisak-isak.

“Saya adalah orang tak punya (amal kebaikan), seandainya Allah SWT tidak menutupi, niscaya aib kami akan terlihat.”

Subhanallah. Lihatlah akhlak para ulama salafusshalih, meski pada hakikatnya beliau memang layak dihormati, tapi tidak sedikitpun mereka mengharap untuk dihormati. Inilah Sang Imam panutan umat.

Wallahu a’lam bish shawab.

(Sumber: Hilyatul Aulia Li Abi Naim Juz 9 halaman 181).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here