Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya

173
Hijrah - 1
Hijrah sejatinya dimaknai sebagai tonggak untuk memperbaiki diri, lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Husnan Bey FananieOleh: Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA (Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan)

Umumnya, kita terjebak dengan memahami bentuk nikmatadalah harta, kesehatan, jabatan, anak, istri, mobil, rumah mewah,dan segala macam yang bentuknya keduniawian. Meski semua itumemang benar merupakan nikmat, tapi itu bukanlah yang utama.

Segala kenikmatan tadi sifatnya fana yang pasti akan lenyap dan pergi meninggalkan kita atau kita meninggalkannya. Sementara nikmat sesungguhnya yang utama dan Allah anugerahkan kepada hamba-hamba yang dicintai-Nya adalah nikmat Islam dan Iman.

Hal ini Allah ‘Azza wa Jalla tegaskan dalam firman-Nya: “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,” (QS. An-Nisa: 69).

Lalu, siapa sajakah yang dianugerahi nikmat tersebut? Allah menjawabnya dalam Al-Quran: “Yaitu Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya,” (QS. An-Nisa’: 69).

Dan sebaliknya, hukuman Allah terberat atas manusia adalah diharamkannya dari nikmat ini, terjerumus dalam kemaksiatan dan penyimpangan. Sesungguhnya tidak ada bencana yang lebih besar daripada musibah dien dan iman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here