Survei: 8 dari 10 Muslim AS Alami Diskriminasi

383
Muslim Amerika (Foto: Daily Sabah)

AS, Muslim Obsession – Menurut sebuah jajak pendapat oleh Pew Research Center, delapan dari sepuluh orang Amerika percaya bahwa Muslim menghadapi lebih banyak diskriminasi daripada kelompok lain di AS.

Sebanyak 82 persen responden mengatakan bahwa Muslim menghadapi diskriminasi. Delapan puluh persen dari mereka yang disurvei mengatakan orang kulit hitam lebih banyak menghadapi diskriminasi.

Pew merilis angka pada Senin lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mencuit video di Twitter yang menyerang anggota kongres Muslim Ilhan Omar dari Minnesota. Video itu adalah pidato yang disampaikan oleh Omar di mana dia membahas bagaimana Muslim Amerika kemudian dianggap sebagai warga negara kelas dua setelah serangan teror 11 September 2001.

Omar adalah salah satu pembuat hukum Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, bersama dengan Rashida Tlaib dari Michigan, dan telah menghadapi banyak serangan sejak ia mulai menjabat tahun ini. Anggota kongres Muslim mengatakan dia telah menghadapi lebih banyak ancaman kematian sejak presiden memposting tweet itu, memicu kritik bahwa Trump memaafkan serangan berbahaya terhadap pejabat terpilih negara itu sendiri.

Diberitakan Daily Sabah, Kamis (18/4/2019) survei dilakukan sebelum tweet presiden. Menurut jajak pendapat, 92 persen Demokrat mengatakan ada diskriminasi terhadap Muslim di Amerika, dengan 75% mengatakan ada banyak diskriminasi.

Sementara responden Republik kurang mengatakan hal yang sama, 69% sebagian besar, setuju. Persentase orang yang berpikir orang Yahudi menghadapi banyak diskriminasi hampir dua kali lipat sejak 2016, naik dari 13% menjadi 24%, dengan 64% responden mengatakan ada beberapa diskriminasi terhadap kelompok, menurut Pew.

Ras memainkan faktor besar dalam memprediksi seberapa banyak diskriminasi yang dipikirkan responden terjadi. Sebanyak 73 persen responden kulit hitam mengatakan ada banyak diskriminasi terhadap orang kulit hitam dan 63% orang Hispanik mengatakan hal yang sama tentang diskriminasi terhadap kaum Hispanik.

Namun, di antara orang kulit putih, keberpihakan adalah faktor terbesar dalam memutuskan bagaimana mereka menjawab. Di antara responden Demokrat berkulit putih dan Demokrat, sekitar dua pertiga mengatakan ada diskriminasi terhadap kulit hitam, sementara hanya 16% responden kulit putih dari Partai Republik dan yang condong pada Republik mengatakan hal yang sama. Diketahui survei dilakukan antara 20 dan 25 Maret dengan mensurvei 1.503 orang dewasa. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here