Suriah Desak PBB Turunkan Lebih Banyak Bantuan

437
PBB Kirimkan Bantuan Untuk Warga Suriah (Photo: BBC)

Suriah, Muslim Obsession – PBB menurunkan bantuan ke wilayah Suriah Ghouta Timur. Pengiriman bantuan itu merupakan yang pertama kalinya sejak hampir 3 bulan.

Setelah berminggu-minggu mengajukan permohonan, akhirnya PBB mendapat izin untuk mengirimkan bantuan dan mengevakuasi ratusan warga yang sakit kritis.

PBB melaporkan, sekitar 400.000 orang tinggal di daerah terkepung, yakni di sebelah timur Damaskus. Tepat di bawah pengeboman artileri yang sering terjadi.

“Ratusan orang terbunuh dalam beberapa pekan terakhir. Setelah pasukan pemerintah meningkatkan usaha untuk merebut wilayah tersebut,” rilis kantor PBB untuk urusan kemanusiaan, seperti dilapokan BBC News Kamis (15/2/2018).

Pengiriman bantuan tersebut datang pada Rabu (14/2/2018) waktu setempat. Diperkirakan, bantuan tersebut akan mencukupi makanan dan persediaan untuk 7.200 orang.

Dengan menggunakan 9 truk, PBB menyebut bantuan yang mereka bawa akan mencukupi sebanyak 1.440 keluarga.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan telah mengirimkan 1,8 ton persediaan medis. Diperkirakan, cukup untuk sekitar 10.000 perawatan dan masih dalam proses pengiriman.

“Persediaan tersebut meliputi antibiotik, sesi cuci darah, insulin, alat trauma, perawatan pneumonia dan tempat tidur rumah sakit,” lapor perwakilan WHO di Suriah, Elizabeth Hoff kepada reuters.

Di samping itu, Jakob Kern, Direktur Suriah untuk program Pangan Dunia, mengatakan, pengiriman bantuan PBB tersebut relatif kecil menurut standar PBB.

“Kami membutuhkan lebih banyak dari itu,” ungkapnya.

Komentar tersebut kemudian didukung oleh utusan khusus Suriah Staffan de Mistura. Ia berbicara kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengirimkan bantuan lebih banyak lagi.

“Tapi mari pikirkan, bantuan itu bahkan kurang dari 2% populasi Suriah. Kami butuh lebih banyak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, saat ini Swedia dan Kuwait sedang mempersiapkan sebuah rancangan resolusi untuk Dewan Keamanan. Guna mendesak gencatan senjata dan menjamin akses kemanusiaan. Serta evakuasi medis yang berlanjut.

“Situasi kemanusiaan tetap menjadi hal terburuk yang pernah ada di dunia,” kata pemerintah Swedia dalam sebuah pernyataan.

“Bila hukum internasional, termasuk hukum humaniter, dilanggar setiap hari, maka tugas kita untuk bertindak,” tegasnya.

Ia menambahkan, Rusia sebagai salah satu dari lima anggota tetap dewan tersebut, memegang hak veto atas resolusi tersebut.

“Mendapatkan dukungan untuk resolusi tidak akan mudah. Tapi kita harus terus mencoba,” tandasnya.

Ghouta Timur telah dikepung sejak 2013. Ini adalah area strategis di pinggiran ibukota Suriah, Damaskus. Karenanya, wilayah tersebut benar-benar dikuasai dan dikontrol pemerintah Suriah.

Akibatnya, setiap pengiriman bantuan memerlukan persetujuan terlebih dulu dari mereka. Tapi di Ghouta Timur, situasi kemanusiaan semakin memburuk.

Pada bulan Desember 2017, Komite Internasional Palang Merah memperingatkan krisis tersebut telah mencapai “titik kritis”.

Kemudian, pada bulan Januari 2018, muncul laporan tentang dugaan serangan gas klorin di daerah tersebut. Di samping, klaim rumah sakit telah ditargetkan secara sengaja. Namun, pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya menolak klaim semacam itu. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here