Singapura Izinkan Perawat Muslimah Kenakan Hijab

94

Muslim Obsession – Perawat Muslimah di Singapura akan diizinkan mengenakan jilbab Islami mereka secara bebas mulai November setelah Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengumumkan keputusan untuk menambahkan jilbab ke seragam mereka.

“Saya berharap keputusan ini dapat diterima oleh semua pihak dengan semangat yang benar, dalam upaya memperkuat komitmen bersama kita terhadap komunitas multiras dan multi-agama Singapura,” kata Lee sebagian saat menyampaikan Pidato Bahasa Inggris National Day Rally (NDR) 2021, dilansir The Malaysian Reserve, Selasa (31/8/2021).

“Kami membuat penyesuaian yang hati-hati untuk menjaga kerukunan ras dan agama kami tetap baik. Pendekatan ini telah bekerja dengan baik bagi kami selama bertahun-tahun,” ujarnya.

“Dan kita harus merayakan apa yang telah dicapai: negara yang benar-benar multiras, multi-agama, di mana banyak interaksi yang menghangatkan hati terjadi setiap hari,” kata Lee.

Keputusan itu menyusul diskusi bertahun-tahun yang dimulai pada 2014 dengan para pemimpin komunitas Muslim.

“Kami berbicara terus terang, dari hati ke hati. Mereka menjelaskan kepada saya mengapa ‘tudung’ [hijab] penting bagi masyarakat, dan apa yang mereka harapkan akan diizinkan oleh Pemerintah.

“Saya memberi tahu mereka bahwa saya mengerti betapa kuatnya perasaan mereka, tetapi saya juga menjelaskan perspektif Pemerintah, dan alasan di balik kebijakan kami,” ujar Lee.

Melihat situasi dengan cermat, pemerintah memutuskan untuk mengizinkan jilbab, dengan mengatakan orang-orang sekarang lebih menerima perbedaan ras dan agama.

Menurut statistik dari tahun 2020, sekitar 15,6% penduduk Singapura adalah Muslim.

Mayoritas orang Melayu adalah Muslim Sunni, 14% Muslim di Singapura berasal dari Asia Selatan. Penganut lainnya termasuk orang-orang dari komunitas Cina, Arab dan Eurasia.

Islam melihat hijab sebagai aturan berpakaian yang wajib, bukan simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang.

Pada tahun 2019, sebuah rumah sakit Derby menjadi yang pertama di Inggris yang memberikan hijab bagi para dokter dan staf medis wanita Muslim untuk dipakai guna menghindari kuman menular ke pasien.

Setelah pandemi COVID-19, perancang busana Minnesota dan pemilik Henna & Hijabs, merancang hijab sanitasi yang dapat dengan mudah dicuci dan digunakan kembali dengan aman pada Mei 2020.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here