Sinergi Tubuh dan Ruh

138

Oleh: KH. Didin Sirojuddin AR (Pengasuh Ponpes Kaligrafi Al-Quran)

“Amal perbuatan adalah tubuh dan ruhnya adalah IKHLAS.” Dua benda yang harus berpadu supaya bersinergi, yaitu tubuh dan ruh. Maka, orang pun mengistilahkan “Tubuh tanpa ruh hanyalah bangkai. Sedangkan ruh tanpa tubuh adalah jin gentayangan”.

Bila amal perbuatan diibaratkan tubuh, maka nyawanya diumpamakan keIKHLASannya.

Nilai-nilai keikhlasan sangat menentukan kualitas amalan. Berqurban sama dengan melepas milik yang kita cintai. Akan tetapi, qurban yang diterima hanyalah yang didasarkan keikhlasan, ketulusan hati lillahi ta’ala.

Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimassalam. Qurban Qabil dari hasil taninya yang busuk ditolak Allah karena tidak ikhlas. Tapi qurban Habil dari kambing peliharaannya yang gemuk diterima Allah karena ikhlas.

Ketidakikhlasan kerap menimbulkan fitnah. Maka, Qabil pun membunuh adiknya Habil.

Amalan yang ikhlas bukan tidak ada pantulannya. Orang ikhlas adalah orang kuat. Iblis bengis yang bersumpah di hadapan Allah akan sanggup menggelincirkan para turunan Adam pun, menyatakan ketidakberdayaannya menghadapi orang ikhlas: “….. kecuali dari kalangan hamba-hambaMu yang tulus ikhlas”.

Begitu pentingnya ikhlas, karena ikhlas adalah puncak amal.

Tiga orang ulama menghadap Al-Ghazali di saat Sang Imam sedang akan menghembuskan nyawa menghadap Rabb-nya. Pinta mereka: “Berilah kami fatwa!” Imam Ghazali menjawab: “Jadilah engkau orang yang ikhlas! Jadilah engkau orang yang ikhlas! Jadilah engkau orang yang ikhlas!”

Tidak mungkin disebut tiga kali, kecuali saking pentingnya kata “ikhlas” itu tadi. Allahu Akbar. Subhanallah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here