Setelah Ozil, Pemain Rugbi Dunia Kritik Keras China atas Kejahatan di Xinjiang

260
Pemain Rugbi klub Toronto Wolfpack, Sonny Bill Williams.

Muslim Obsession – Setelah dunia digemparkan cuitan pemain sepakbola Arsenal, Mesut Ozil, kini pemain bintang rugbi dunia, Sonny Bill Williams turut mengkritik keras perilaku brutal China terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

Seperti dilansir BBC News, Senin (23/12), salah satu pemain rugbi paling terkenal di dunia saat ini menjadi bintang olahraga terbaru yang mengkritik perlakuan China terhadap populasi muslim Uighur.

Melalui Twitter, pemain tim nasional rugbi Selandia Baru Sonny Bill Williams mengkritik pihak-pihak yang memilih keuntungan ekonomi dibandingkan masalah kemanusiaan yang dihadapi Muslim Uighur.

Pemerintah China dituduh menangkap dan menahan lebih dari satu juta Muslim Uighur dan etnis minoritas di kamp-kamp penahanan di wilayah Xinjiang.

Meski Beijing berkilah dengan bersikeras bahwa kamp-kamp itu adalah “pusat pelatihan kejuruan” yang membantu warga Uighur berintegrasi dengan masyarakat China, untuk mencegah terorisme.

Sonny Bill Williams yang merupakan mualaf juga menampilkan gambar yang memperlihatkan sebuah tangan dilukis dengan bendera China sedang mengenggam tangan lain yang dilukis dengan bendera Turkistan Timur – istilah yang digunakan oleh separatis untuk merujuk ke Xinjiang. Lengan Turkistan Timur dalam foto itu berlumuran darah.

Williams, yang baru-baru ini menandatangani kontrak dengan klub rugbi Toronto Wolfpack, telah mencapai sukses besar dalam dunia rugbi baik di kompetisi liga dan persatuan. Dia juga memiliki karier yang pendek namun sukses dalam olahraga tinju profesional.

Ciutan Williams menggemakan komentar-komentar yang telah dibuat oleh pemain sepakbola Arsenal Mesut Ozil sebelumnya.

Ozil, warga Jerman keturunan Turki, membuat cuitan yang mengkritik perlakukan Pemerintah China dan juga sikap bungkam negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim soal dugaan penyiksaan Muslim Uighur.

“Al-Quran dibakar… Mesjid-mesjid ditutup… Sekolah-sekolah Muslim dilarang… Saudara-saudara (Muslim) secara paksa dikirim ke kamp-kamp,” cuit Ozil di Turki. “Orang-orang muslim diam. Suara mereka tidak terdengar.”

China menanggapi ciutan Ozil dengan marah. Siaran televisi pemerintah menarik pertandingan Arsenal dari jadwal TV.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan Ozil “tertipu oleh berita palsu”, dan mengundangnya datang mengunjungi wilayah itu untuk “melihat-lihat” yang sebenarnya.

Usai komentar-komentar Ozil, akun Instagram petarung Ultimate Fighting Championship (UFC) Khabib Nurmagomedov memasukan sebuah tulisan tentang sejarah orang Uighur – tapi tulisan itu tampaknya telah dihapus.

Lebih dari 20 negara, termasuk inggris, menandatangani sebuah surat pada awal July tahun ini, mengutuk penindasan China terhadap Muslim Uighur.

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat juga telah meloloskan sebuah rancangan undang-undang (RUU) untuk melawan tindakan “penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pelecehan” terhadap orang-orang Uighur.

RUU itu kini tinggal menunggu persetujuan dari Senat AS dan Presiden Donald Trump.

 

Siapa itu Uighur?

Suku Uighur, secara etnik, adalah orang Muslim Turki yang tinggal di wilayah China bagian barat- terutama di wilayah otonom Xinjiang.

Xinjiang secara resmi ditetapkan sebagai daerah otonom di China, seperti Tibet di bagian selatan.

Jumlah mereka kurang dari setengah jumlah penduduk wilayah itu yang berjumlah sekitar 26 juta orang.

Pada tahun 2018, sebuah komisi hak asasi Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendengar beberapa tuduhan bahwa China telah “mengubah wilayah itu menjadi sesuatu yang menyerupai kamp internir besar-besaran”.

Kelompok-kelompok pejuang HAM mengatakan mereka yang berada di kamp dipaksa untuk belajar bahasa Mandarin, kemudian bersumpah setia kepada Presiden China Xi Jinping, dan bahkan melepaskan keyakinan dalam beberapa hal.

Dokumen yang bocor, yang dilihat BBC, menunjukan para tahanan dikurung, diindoktrinasi dan dihukum.

Tetapi Pemerintah Cina mengatakan kamp-kamp tersebut bersifat sukarela dan pemerintah menawarkan pendidikan dan pelatihan untuk melawan ekstremisme. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here