Setelah Bentrok Militer, 2.500 Rohingnya Tinggalkan Rakhine

483
Orang-orang perahu Rohingya terdampar di pantai dekat Geulumpang di kabupaten Aceh Timur, Aceh, Indonesia, menunggu untuk diselamatkan pada 20 Mei 2015 (Photo: AFP)

Jakarta, Muslim Obsession – Sekitar 2.500 Rohingya meninggalkan Negara Bagian Rakhine di Myanmar setelah bentrokan militer meletus di wilayah itu.

“Rohingya dipaksa untuk melarikan diri dari pertempuran antara tentara Myanmar dan militer Arakan sejak awal bulan lalu,” ungkap juru bicara untuk sekretaris jenderal PBB Farhan Haq, seperti dikutip Yenisafak, Jumat (4/1/2019).

Haq mengatakan tim PBB telah dikirim untuk menyelidiki dan meninjau kebutuhan warga yang mengungsi.

Rohingya, yang disebut sebagai kaum paling teraniaya di dunia oleh PBB, telah menderita sejumlah serangan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.

PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan termasuk bayi dan anak kecil, pemukulan brutal, dan penghilangan paksa oleh tentara Myanmar.

Dalam sebuah laporan, penyelidik PBB mengatakan pelanggaran semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.

Menurut Ontario International Development Agency (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh militer Myanmar.

Sementara itu, Amnesty International mengungkapkan bahwa lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya – sebagian besar anak-anak dan perempuan- melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan operasi militer atas kelompok minoritas itu.

Bulan lalu, Parlemen AS mengeluarkan resolusi yang menyerukan menentang kekerasan “genosida” Rohingya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here