Sering Dengar Ceramah Gus Baha, Mantan Teroris Ini Taubat, dan Ingin Berguru

277

Jakarta, Muslim Obsession – Bukan bermaksud berlebihan, kealiman KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha memang tak perlu diragukan lagi. Banyak orang gandrung mendengar ceramah-ceramah Gus Baha karena apa yang disampaikan mudah dipahami, oleh semua kalangan. Kelimuannya pun jelas.

Maka tak heran kini banyak orang yang ngaji dengan Gus Baha secara online, termasuk di antaranya adalah Anang Hermansyah yang menyatakan kecanduan ngaji Gus Baha, demikian Budayawan Sujiwo Tedjo, founder sekaligus CEO media online Tirto.id Atmaji Sapto Anggoro juga kerap ngaji dengan Gus Baha.

Bahkan belakangan ada beberapa orang yang datang ke Kantor PBNU untuk minta dibimbing masuk Islam dengan membaca kalimat syahadat, lantaran kerap mendengarkan ceramah Gus Baha yang dianggap kerap membawakan Islam dengan penuh suka cita.

Termasuk di antaranya mantan terpidana teroris Sofyan Tsauri yang juga menyatakan kagum dengan kealiman Gus Baha. Ia mengaku dalam satu tahun ini kerap mendengarkan ceramah Gus Baha di media sosial. Dari ceramah-ceramah itu, perlahan kata dia, pikiran-pikiran radikalnya mulai hilang. Ia merasa seperti tercerahkan.

Selama ini Sofyan memang tengah mencari guru yang pas, yang bisa membimbing dirinya menemukan Islam rahmatan lil alamin. Setiap kali dalam perjalanan, ia kerap mendengarkan ceramah-ceramah dari para ustadz. Awalnya dia mendengarkan ceramah dari Gus Qoyyum yang juga alim, dan masih saudara dengan Gus Baha.

“Jadi waktu saya dengar ceramah Gus Qoyyum, selalu ada tautan atau link ceramah Gus Baha. Awalnya saya tidak memperhatikan, tapi sering muncul, lalu saya coba dengarkan. Lama-lama yang disampaikan kedengaran enak, menarik, dan pemaknaanya dalam. Akhirnya saya coba fokus mendengarkan sampai selesai, dan itu luar biasa keilmuannya,” ujar Sofyan dalam podcast di akun podcast (Youtube) sudut pandang.

Nah! Dari situlah Sofyan kemudian makin rajin mendengarkan ceramah Gus Baha. Sofyan merasa dirinya selama ini menjadi korban fatwa dari ulama yang tidak jelas. Proses pencarian seorang guru pun merasa sudah berakhir. “Ini amazing betul. Kayaknya saya harus berlabuh pengembaraan saya ini ke beliau, Gus Baha. Beliau bisa dijadikan panutan,” terang Sofyan.

Sofyan mengatakan, dirinya selama ini bisa dikatakan melakukan pengembaraan untuk mencari guru agama. Dan dia bertemu dengan guru-guru yang menyeretnya ke dalam tindakan teroris alias jihadis yang suka mengkafirkan orang lain.

Bahkan dia mengakaui para jihadis dan wahabi juga menyukai cara pandang Gus Baha dalam menyajikan materi. Karena Gus Baha mampu mengupas habis semua persoalan dari berbagai sudut pandang dan semua ada sanadnya.

Yang membuat dia makin tercengang Gus Baha hafal dengan referensi baik dari kitab suci, hadits maupun kitab-kitab klasik. “Saya sering share ceramah Gus Baha ini ke kelompok jihadis dan wahabi, mereka suka. Jadi tidak hanya NU saja. NU bangga, tapi kita para jihadis juga banyak yang menyukai Gus Baha. Saya sendiri belum mendengar kiai NU yang cara penyampainnya sedetail Gus Baha,” ungkap dia.

“Jadi hampir perkataan beliau ini punya riwayat semua. Dia hafal Al-Quran dan haditsnya, ilmu alatnya pun menguasai Usul Fiqh, guru-gurunya juga terkenal alim. Jadi kalau dia menyampaikan tema tentang jihad, kita ini kaum jihadis sering tersidir dengan ceramahnya. Tidak marah. Tapi ini menjadi koreski bagi kami,” tambahnya.

Sofyan sampai saat ini belum pernah ketemu langsung dengan Gus Baha, ia menyatakan sudah berusaha mengatur waktu agar bisa ketemu dengan Gus Baha, dan ingin ngaji berguru dengan ulama asli Rembang, Jawa Tengah itu. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here