Sepuluh Kota/Kabupaten Ini Menyandang Predikat ‘Kota Layak Pemuda’

354
Imam Nahrawi
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Padang, MuslimObsession.com – Kementerian Pemuda dan Olah raga menetapkan 10 kota/kabupaten di Indonesia sebagai ‘Kota Layak Pemuda’. Kesepuluh kota/kabupaten itu adalah Kota Bandung, Jakarta Utara, Makassar, Padang, Tangerang, Ternate, Banda Aceh, Pontianak, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bantaeng.

Rencananya, anugerah sebagai Kota Layak Pemuda ini akan diberikan setiap tahun. Tahun ini merupakan gelaran perdana.

Anugerah diberikan kepada kota/kabupaten yang memiliki tiga kriteria utama, yaitu adanya regulasi kepemudaan, anggaran daerah yang berpihak untuk pengembangan pemuda, dan ada atau tidaknya fasilitas kepemudaan di daerah.

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, anugerah Kota Layak Pemuda merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan pemuda.

Terlebih lagi mulai 2020 mendatang Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif mendominasi struktur kependudukan nasional.

“Kami bertanggung jawab antarkan anak muda berpengalaman untuk ekspresikan kemampuan yang dimiliki,” ujar Imam di Padang, Sabtu malam (28/10/2017).

Pertengahan tahun ini, Presiden Jokowi juga menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Tujuannya, untuk menggerakkan seluruh Pemda di Indonesia lebih gencar lagi membidik anak muda sebagai target pembangunan.

Imam mengatakan, Pemda harus lebih banyak memberikan ruang bagi pemuda dan pemudi untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek pembangunan.

“Pemda juga bisa memberi kesempatan anak muda unuk pamerkan hasil karya di industri kreatif,” kata Imam.

Satu poin yang ditekankan Imam dalam penganugerahan Kota Layak Pemuda adalah tantangan digitalisasi yang arusnya sangat kencang. Berbagai informasi bisa dengan mudah disebarluaskan, termasuk akses kepada anak muda yang sangat luas.

Berbagai media digital, lanjut Imam, harus bisa dimanfaatkan secara positif oleh generasi muda. Di sini lah kemudian peran pemerintah dibutuhkan untuk melakukan pendampingan, penerbitan regulasi, dan pemberian ruang ekspresi yang cukup bagi anak muda agar tak salah jalan.

“Dunia digitalsiasi yang betul-betul ada di depan kita, justru bisa untuk promosikan, pasarkan, dan komunikasikan potensi dan prestasi anak muda kita,” kata Imam.

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyambut baik pemberian anugerah Kota Layak Pemuda bagi kota yang dipimpinnnya. Menurut Mahyeldi, penganugerahan predikat tersebut menjadi ajang pembuktian bagi kota dan kabupaten di Indonesia yang selama ini telah serius memberikan ruang yang cukup luas bagi kreativitas anak muda.

“Ini langkah awal kita untuk lebih serius dalam memfasilitas dan memotivasi pemuda di Padang untuk lebih aktif dan kreatif,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, sejumlah program yang diapresiasi oleh tim penilai dari Kemenpora adalah program pembinaan anak jalanan yang digagas Pemkot Padang selama ini. Bekerja sama dengan TNI, Pemkot Padang melakukan pendidikan karakter bagi anak jalanan agar memiliki motivasi kuat untuk menepi dari jalanan dan berkarya secara produktif.

“Dari pantauan kami di lapangan tawuran cukup berkurang. Ini diapresiasi oleh Kodam Bukit Barisan. Karena memang seharusnya begitu, bukan dihadapkan pada upaya hukum namun preventif,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menilai bahwa kepercayaan pemerintah pusat untuk menyebut Makassar sebagai Kota Layak Pemuda menjadi alasan kuat untuk memacu Pemda dalam memberi ruang yang luas kepada pemuda.

“Karena masa depan yang baik bergantung bagi bagaimana pemuda hari ini,” katanya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here